Jumat 09 Oct 2026 17:00 WIB

UNM Perkuat Kesiapan Kerja Mahasiswa lewat Program IEP 3+1

Mahasiswa mendapat pengalaman magang sebelum lulus.

Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mengikuti program IEP 3+1 yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman magang profesional di perusahaan mitra.
Foto: UNM
Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mengikuti program IEP 3+1 yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman magang profesional di perusahaan mitra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan program unggulan bertajuk Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran akademik di kampus dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Melalui IEP 3+1, mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan teori dan satu tahun magang profesional di perusahaan mitra. Konsep ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung lingkungan kerja sebelum menyelesaikan studi sarjana.

Baca Juga

Program magang ini disokong oleh lebih dari 300 perusahaan mitra, baik skala nasional maupun multinasional. Jejaring tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para profesional dan memahami budaya kerja industri secara lebih dekat.

Kepala Kampus UNM Rawamangun Maruloh menyampaikan, pengalaman industri menjadi modal krusial bagi mahasiswa. Menurutnya, program ini melatih mahasiswa agar lebih siap dan adaptif saat memasuki dunia kerja.

“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus diterapkan di dunia kerja. Melalui IEP 3+1, mereka dapat memperoleh pengalaman profesional sekaligus belajar beradaptasi dengan lingkungan industri,” kata Maruloh, Kamis (8/10/2026).

Ia menambahkan, selama magang, mahasiswa tidak hanya mengasah keahlian teknis. Mereka juga melatih soft skill penting seperti komunikasi, tanggung jawab, kerja sama tim, dan pembentukan jaringan profesional.

“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Integrasi antara teori dan pengalaman praktis ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing dan siap mengubah mimpi menjadi prestasi,” katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi