Senin 05 Oct 2026 19:16 WIB

Panja RUU Pemilu Soroti Intervensi AI dalam Pemilu

Terdapat sejumlah isu krusial yang akan menjadi perhatian Panja.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Mas Alamil Huda
Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dalam rapat dengan Ombudsman RI di Kompleks DPR RI, Selasa (29/9/2026).
Foto: Tangkapan Layar/TV Parlemen
Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dalam rapat dengan Ombudsman RI di Kompleks DPR RI, Selasa (29/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Panja RUU Pemilu Komisi II DPR RI memasukkan perkembangan teknologi informasi dan artificial intelligence (AI) sebagai salah satu isu yang akan dibahas dalam penyusunan RUU Pemilu. Pembahasan tersebut masuk dalam daftar isu strategis yang telah disepakati Panja.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, terdapat sejumlah isu krusial yang akan menjadi perhatian Panja dalam pembahasan RUU Pemilu.

Baca Juga

"Tadi sudah ada, nanti juga akan dilampirkan. Ada poin krusial mulai dari huruf A sampai dengan huruf J," kata Rifqinizamy di kompleks parlemen Senayan, Senin (5/10/2026).

Pihaknya menyebut isu yang dibahas mencakup sistem pemilu, desain pemilu, hingga penegakan hukum kepemiluan. Selain itu, Panja juga akan membahas isu yang berkembang seiring perubahan teknologi.

"Poin krusial yang akan dibahas mulai dari sistem pemilu, kemudian terkait dengan desain pemilu, terkait dengan penegakan hukum kepemiluan, sampai dengan isu-isu lain ya, yang saya kira baik yang sudah diperbincangkan di publik maupun yang belum diperbincangkan di publik," katanya.

Salah satu isu yang secara khusus disebut Rifqinizamy adalah penggunaan teknologi informasi dan AI dalam penyelenggaraan pemilu ke depan.

"Termasuk intervensi teknologi informasi, artificial intelligence (AI) di dalam pemilu kita ke depan," katanya.

Rifqinizamy mengatakan, daftar isu strategis tersebut akan menjadi dasar bagi Panja untuk meminta masukan dari berbagai pihak. Komisi II tidak hanya akan mengundang pihak-pihak terkait, tetapi juga melakukan kunjungan langsung.

"Yang jelas kami sudah masukin ke agenda," katanya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi