Senin 05 Oct 2026 22:29 WIB

Survei: Elektabilitas Gerindra Teratas, PSI di Atas 4 Persen

Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 17,3 persen.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Alat peraga kampanye (APK) terpasang di fasilitas umum di Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Alat peraga kampanye (APK) terpasang di fasilitas umum di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei tingkat elektabilitas sejumlah partai politik yang dilakukan pada September 2026. Dari hasil survei itu, Partai Gerindra menempati posisi teratas di antara partai politik lainnya.

Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah mengatakan, hasil survei menunjukkan Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 17,3 persen. Sementara itu, PDIP meraih elektabilitas 16,8 persen, PKB 6,2 persen, Partau NasDem 7,3 persen, Golkar 6,1 persen, PKS 5,5 persen, PAN dan PSI 4,3 persen, serta Partai Demokrat 4,1 persen.

Baca Juga

"Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban," kata Irwan melalui keterangannya, Senin (5/10/2026).

Menurut Irwan, data tersebut menunjukkan bahwa menjelang kontestasi politik 2029 masih terdapat proporsi responden yang cukup besar yang belum memberikan pilihan. Artinya, masih terdapat kemungkinan peta persaingan berubah.

Diketahui, survei LKPI dilaksanakan pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dan panggilan telepon yang dipandu langsung oleh pewawancara. Wawancara telepon dilakukan ke nomor ponsel virtual yang dihasilkan secara acak, dengan tingkat kontak melalui telepon selular sebesar 35 persen dan tingkat respons 33,1 persen. Sementara itu, wawancara tatap muka mencapai 64,4 persen dengan tingkat respons sebesar 58,3 persen.

Berita Lainnya

Rekomendasi