Senin 28 Sep 2026 21:35 WIB

Erdogan Telepon Prabowo, Bicara Kerja Sama Pertahanan dan Diplomasi

Presiden Turki juga mengundang Prabowo ke Antaliya guna menghadiri COP-31.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan, menyaksikan MoU di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara pada Kamis (10/4/2025).
Foto: BPMI Setpres
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan, menyaksikan MoU di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara pada Kamis (10/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden Prabowo Subianto ketika hubungan Jakarta-Ankara tengah memasuki fase yang semakin strategis. Bukan hanya perdagangan, Erdogan secara khusus menyoroti penguatan kerja sama industri pertahanan serta pentingnya mempertahankan solidaritas kedua negara di forum internasional.

Dalam percakapan tersebut, Erdogan dan Prabowo membahas hubungan bilateral Indonesia-Turki serta berbagai persoalan regional dan global.

Erdogan menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutama perdagangan dan industri pertahanan. Presiden Turki itu juga menyatakan Ankara akan terus mengambil langkah untuk memperkuat kerja sama tersebut.

"Erdogan menyampaikan pentingnya meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutama perdagangan dan industri pertahanan antara Turki dan Indonesia, serta menekankan bahwa Turki akan terus mengambil langkah ke arah tersebut," demikian keterangan kantor komunikasi kepresidenan Turki, Senin (28/9/2026).

Penekanan pada industri pertahanan menjadi salah satu bagian paling strategis dari komunikasi tersebut.

Turki dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan industri pertahanan yang semakin kuat dan berorientasi ekspor. Produk pertahanan Turki telah menjadi bagian penting dari diplomasi ekonomi Ankara dengan berbagai negara.

photo
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Turki di Ankara, Turki, Kamis (10/4/2025). - (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Sementara Indonesia sedang mendorong penguatan industri pertahanan nasional dan memperluas kerja sama dengan mitra internasional. Karena itu, kerja sama dengan Turki dapat mencakup kepentingan yang lebih panjang dibandingkan sekadar pembelian alat utama sistem persenjataan, yakni pengembangan kapasitas industri dan kerja sama teknologi.

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan salah satu negara Muslim terbesar di dunia. Posisi tersebut membuat Jakarta memiliki bobot tersendiri dalam diplomasi Turki yang selama ini berupaya memperluas pengaruh dan jaringan kemitraannya di luar kawasan sekitarnya.

Dalam percakapan dengan Prabowo, Erdogan secara khusus menyampaikan kepuasannya terhadap solidaritas Indonesia dan Turki di berbagai forum internasional.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi