Senin 28 Sep 2026 14:22 WIB

Pupusnya Harapan Peraih Emas Olimpiade Rizki Juniansyah Tampil di Asian Games, Bukan Soal Doping

CAS menolak permohonan untuk mencabut penangguhan sementara IWF terhadap Rizki.

Rep: Fitriyanto/ Red: Andri Saubani
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah memberikan hormat kepada Menpora RI Erick Thohir dalam pengalungan emas angkat besi SEA Games 2025.
Foto: Dok Kemenpora
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah memberikan hormat kepada Menpora RI Erick Thohir dalam pengalungan emas angkat besi SEA Games 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, dipastikan tidak dapat tampil pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Rizki, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, sebelumnya ditargetkan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di kelas 85 kilogram putra.

Status Rizki yang sedang menjalani masa penangguhan sementara. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pun menolak permohonan untuk mencabut penangguhan sementara yang dikenakan kepada Rizki oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Baca Juga

“Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menolak untuk mencabut penangguhan sementara yang dikenakan kepada Rizki Juniansyah oleh Federasi Angkat Besi Internasional. Akibatnya, Rizki tidak akan berkompetisi di Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya,” demikian pernyataan bersama Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah yang diterima Republika.co.id, Ahad (27/9/2026).

PABSI, KOI, dan Rizki menjelaskan bahwa penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural sambil menunggu proses hukum terkait dugaan kegagalan pelaporan keberadaan atau ketersediaan (whereabouts) untuk menjalani pengujian di luar kompetisi.

Mereka menegaskan, penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping. Proses hukum terkait pokok perkara juga baru dimulai.

“Kasus ini tidak melibatkan zat terlarang apa pun: Rizki tidak pernah memberikan hasil tes yang merugikan dalam kariernya, termasuk dalam kontrol doping terakhirnya pada Agustus 2026,” lanjut pernyataan tersebut.

Rizki pun membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya dan akan membela kasusnya di hadapan CAS. Dalam proses tersebut, Rizki mendapat dukungan penuh dari PABSI dan KOI.

“Rizki, PABSI, dan KOI menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping, dan sepenuhnya bekerja sama dengannya,” kata mereka.

Absennya Rizki menjadi kehilangan bagi Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Selain berstatus sebagai juara Olimpiade Paris 2024, Rizki juga merupakan juara dunia yang diharapkan dapat memperkuat perolehan emas Indonesia dari cabang angkat besi.

“Kami menyesalkan bahwa Rizki, juara Olimpiade dan Dunia saat ini, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami berterima kasih kepada tim, federasi, dan masyarakat Indonesia atas dukungannya,” demikian pernyataan tersebut.

Berita Lainnya

Rekomendasi