Sabtu 12 Sep 2026 10:01 WIB

Hegseth Bersumpah AS akan Tuntaskan Perang Melawan Iran

Hegseth sendiri mengakui operasi militer masih berlangsung.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Menter Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.
Foto: EPA/Allison Robbert
Menter Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melontarkan pesan perang yang keras terhadap Iran dalam peringatan 25 tahun serangan 11 September 2001. Berdiri di Pentagon, Jumat (11/9/2026), Hegseth berjanji Washington akan terus menggempur Teheran hingga perang yang telah berlangsung lebih dari enam bulan itu dituntaskan.

"Kami akan menuntaskan perang ini," kata Hegseth dalam pidatonya. Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal paling tegas bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump belum melihat jalan keluar cepat dari konflik dengan Iran, meski perang telah menimbulkan tekanan militer dan ekonomi yang semakin besar.

Baca Juga

Hegseth berbicara bersama Trump dalam upacara mengenang hampir 3.000 orang yang tewas akibat serangan Alqaidah pada 11 September 2001. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, mantan penasihat keamanan nasional Condoleezza Rice, keluarga korban, penyintas, dan petugas tanggap darurat juga menghadiri upacara tersebut.

Namun, peringatan yang biasanya berpusat pada korban 9/11 kali ini juga berubah menjadi panggung bagi pemerintahan Trump untuk menjelaskan dan membela perang terhadap Iran. Trump dan Hegseth secara eksplisit menghubungkan konflik saat ini dengan perang melawan teror yang dilancarkan Washington setelah serangan 2001.

"Masih ada musuh yang membenci kita," ujar Hegseth. Dia mengatakan musuh-musuh AS masih berupaya membatasi kekuatan Washington dan membunuh warga Amerika sehingga, menurut dia, AS tidak memiliki pilihan selain mempertahankan kewaspadaan.

Hegseth kemudian mengarahkan pidatonya kepada Iran. Dia mengklaim pasukan AS selama enam bulan terakhir telah "meluluhlantakkan" negara yang disebutnya sebagai sponsor terorisme paling produktif di dunia.

"Pasukan kita telah melawan sebuah teokrasi Islam yang menginginkan kematian kita selama hampir setengah abad," katanya. Hegseth juga menuduh Iran mendukung serangan terhadap personel Amerika selama puluhan tahun, termasuk di Irak dan Afghanistan.

Hegseth menggunakan bahasa yang jauh lebih agresif ketika menggambarkan operasi militer AS. Dia mengklaim Washington telah menewaskan para pemimpin Iran serta menghancurkan sebagian besar kemampuan angkatan udara, angkatan laut, dan sistem pertahanan udara negara tersebut.

Sejumlah klaim tersebut perlu ditempatkan dalam konteks perang yang hingga kini belum berakhir. Meski kemampuan militer Iran mengalami pukulan berat, Iran masih mampu melakukan serangan terhadap sasaran AS dan mengganggu pelayaran di kawasan. Laporan terbaru bahkan menunjukkan Teheran masih meluncurkan rudal terhadap kapal-kapal perang Amerika dan aset AS di kawasan.

Hegseth sendiri mengakui operasi militer masih berlangsung. Dengan bahasa yang keras, dia mengatakan AS terus mengirim "teroris ke neraka" dan menenggelamkan kapal tanker yang menurut Washington terkait dengan aktivitas Iran.

Dia juga menegaskan salah satu tujuan utama perang tetap tidak berubah: mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Menurut Hegseth, tekanan ekonomi terhadap Teheran akan terus diperketat bersamaan dengan operasi militer.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi