Senin 31 Aug 2026 19:41 WIB

Generasi Muda Diaspora Memukau Warga Kanada di Ottawa

Panggung Merdeka juga dilengkapi bazar kuliner Nusantara.

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada, Ahad (30/8/2026).
Foto: Dok KBRI Ottawa
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada, Ahad (30/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Kekompakan anak-anak dan remaja diaspora Indonesia saat membawakan Tari Saman menjadi puncak kemeriahan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada. Di hadapan lebih dari 500 penonton, generasi muda Indonesia menunjukkan bahwa warisan budaya Nusantara tetap hidup meski diwariskan lintas benua.

Penampilan selama sekitar 12 menit itu menjadi sajian penutup dalam Panggung Merdeka & Bazaar yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa di halaman parkir KBRI Ottawa, Ahad (30/8). Gerakan cepat, tepukan tangan dan dada, serta pergantian formasi yang menuntut kekompakan tinggi mendapat sambutan tepuk tangan panjang dari penonton.

Yang menarik, para penampil Tari Saman tersebut merupakan anak-anak dan remaja diaspora Indonesia yang tumbuh di Ottawa. Penampilan mereka memperlihatkan proses pewarisan budaya Indonesia kepada generasi kedua diaspora sekaligus menjaga identitas keindonesiaan mereka di tengah lingkungan masyarakat Kanada.

Tari Saman yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh, telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2011.

Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab mengatakan keberagaman kesenian yang ditampilkan dalam Panggung Merdeka menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

“Berbagai penampilan hari ini, di antaranya sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Ini yang perlu kita pertahankan bersama,” ujar Muhsin dalam sambutannya.

photo
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada, Ahad (30/8/2026). - (Dok KBRI Ottawa)

Selain Tari Saman, panggung menampilkan sejumlah kesenian Nusantara seperti gamelan Bali, angklung, dan kolintang yang juga telah masuk daftar warisan budaya takbenda UNESCO.

Ada pula fenomena menarik dalam penampilan gamelan Bali. Grup Semara Winangun yang tampil dalam acara tersebut mayoritas beranggotakan warga negara Kanada. Mereka secara konsisten memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya budaya Bali, kepada masyarakat Kanada.

Kiprah kelompok tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Indonesia. Pada 2025, Semara Winangun menerima penghargaan kebudayaan dari KBRI Ottawa serta Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Menteri Kebudayaan Indonesia.

Penampilan berbagai kesenian tersebut menjadi bagian dari acara yang berlangsung lebih dari tiga jam dan dihadiri masyarakat serta diaspora Indonesia dari Ottawa, Montreal, dan sekitarnya, termasuk warga Kanada.

Muhsin mengatakan perayaan kemerdekaan tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga untuk menghidupkan semangat persatuan dan optimisme.

“Kita ingin menghidupi semangat persatuan, ketangguhan, terus melangkah maju, dan optimisme. Inilah cara Indonesia, sebab kita memiliki Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

photo
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada, Ahad (30/8/2026). - (Dok KBRI Ottawa)

Sebelum acara dimulai, Muhsin juga mengajak seluruh hadirin berdiri sejenak untuk mendoakan warga Indonesia di Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi bencana. Doa juga dipanjatkan untuk seorang sesepuh masyarakat Indonesia di Kanada yang meninggal dunia sehari sebelumnya.

Sepanjang acara, panggung diisi berbagai pertunjukan seni. Selain gamelan Bali dan Tari Saman, tampil pula Tari Topeng Keras, kolintang, Tari Anging Mammiri, angklung, Tari Zapin, Tari Pendet, dan Tari Giring-Giring.

Penonton juga disuguhi penampilan band keroncong asal Montreal dan band HRPMKLM KBRI Ottawa. Suasana semakin meriah ketika penonton diajak berpartisipasi dalam tari interaktif “Kicau Mania”.

Anak-anak diaspora Indonesia usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar turut tampil menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Kuis untuk anak-anak dan orang dewasa juga digelar di sela-sela pertunjukan. Sementara itu, pengumuman pemenang lomba catur dan tenis meja menjadi penutup rangkaian perlombaan yang telah berlangsung sejak awal Agustus.

Diplomasi dari Meja Makan

Panggung Merdeka juga dilengkapi bazar kuliner Nusantara yang dikelola diaspora Indonesia. Beragam makanan dan minuman khas Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung, termasuk warga Kanada.

photo
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada, Ahad (30/8/2026). - (Dok KBRI Ottawa)

Bagi KBRI Ottawa, kuliner menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat setempat. Dari meja makan, masyarakat Kanada dapat mengenal keragaman cita rasa sekaligus kebudayaan Indonesia.

Muhsin berharap para pengunjung membawa pulang pengalaman positif mengenai Indonesia dan pada akhirnya terdorong untuk mengunjungi langsung Tanah Air.

Panggung Merdeka & Bazaar menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di KBRI Ottawa. Rangkaian kegiatan tersebut dimulai pada 8 Agustus 2026 melalui Fun Walk & Games bersama masyarakat Indonesia, dilanjutkan dengan berbagai lomba dan kuis, serta Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus yang diikuti sekitar 200 peserta.

Perayaan kemerdekaan tahun ini sekaligus berlangsung menjelang momentum penting hubungan Indonesia dan Kanada. Pada 2027, kedua negara akan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik.

KBRI Ottawa menilai diplomasi budaya dan hubungan antarmasyarakat menjadi salah satu fondasi penting untuk memperkuat kemitraan Indonesia-Kanada, termasuk di bidang ekonomi dan politik.

Di tengah momentum tersebut, penampilan anak-anak diaspora Indonesia dan warga Kanada yang memainkan gamelan Bali menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal. Ia juga tumbuh melalui seni, budaya, makanan, dan generasi muda yang menjadi penghubung Indonesia dengan masyarakat Kanada.

Berita Lainnya

Rekomendasi