REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran telah menyebabkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada fasilitas intelijen dan perangkat keras pengawasan AS di seluruh Asia Barat. Perkiraan biaya perbaikan mencapai miliaran dolar.
Demikian dilaporkan NBC News yang mengutip empat sumber yang mengetahui masalah tersebut. Menurut laporan itu, tingkat kerusakan ini lebih parah dibandingkan kerusakan apa pun yang pernah dialami sebelumnya oleh badan-badan intelijen AS.
Serangan tersebut merusak pos-pos intelijen dan peralatan pengawasan di berbagai wilayah, sehingga memaksa Kongres untuk mencari dana guna memulihkan fasilitas-fasilitas yang menjadi sasaran, ungkap dua sumber yang mengetahui masalah ini kepada NBC.
Para pejabat AS juga sedang mempertimbangkan bagaimana personel dan sumber daya intelijen harus dikerahkan kembali pascaserangan tersebut.
Besarnya kerusakan ini dilaporkan telah memicu pertanyaan mengenai alasan mengapa Pentagon, badan-badan intelijen AS, dan Departemen Luar Negeri tidak memiliki kesiapan yang lebih baik dalam melindungi fasilitas pemerintah dari serangan rudal dan drone Iran.
Para pakar militer dan mantan pejabat AS yang dikutip oleh NBC mempertanyakan apakah Washington telah mengantisipasi secara memadai kerentanan infrastruktur intelijen regionalnya terhadap serangan berkelanjutan dari Iran.
Lebih dari 100 Target Terkena Serangan
Temuan terbaru ini menyusul penilaian NBC sebelumnya yang diterbitkan pada bulan April, yang mendokumentasikan skala respons Iran terhadap perang AS-Israel yang dilancarkan terhadap Teheran pada 28 Februari.
Menurut penilaian tersebut, serangan Iran menghantam lebih dari 100 target di setidaknya 11 instalasi militer AS yang tersebar di tujuh negara: Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Kuwait, Irak, dan Arab Saudi.
American Enterprise Institute memperkirakan bahwa biaya perbaikan infrastruktur saja bisa mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS.
Perkiraan tersebut belum mencakup biaya penggantian peralatan pengawasan, sistem persenjataan, dan perangkat keras canggih lainnya yang mengalami kerusakan.




