REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI mengungkapkan, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan China terdiri dua hal. Pertama, dalam industri pertahanan adalah melanjutkan yang sudah berlangsung dan bakal dikerjakan. Kedua, kerja sama di bidang baru terkait pembangunan misil, roket, dan senjata lainnya.
"Yang kita sudah lakukan adalah kita akan kerja sama di dalam pabrik amunisi. Kita (juga) akan kerjasama dengan misil, roket, dan sebagainya. Yang belum kita buat, dia bantu dan dia akan melakukan transfer teknologi agar supaya kita bisa membangun pabrik bersama-sama di Indonesia," kata Menhan RI kepada awak media di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026) sore WIB.
Menurut Sjafrie, pembahasan dengan Menhan China Laksamana Dong Jun memang berfokus pada industri pertahanan. "Jadi yang saya angkat adalah mengenai bagaimana RRT (Republik Rakyat Tiongkok) bisa melakukan transfer teknologi terhadap Indonesia, dan kita yang juga ingin mengembangkan teknologi militer yang serupa dengan apa yang sudah dilaksanakan oleh RRT," kata Sjafrie.




