REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri seminar militer Beijing Xiangshan Forum 2026 di Beijing, Rabu (16/9/2026). Menurut dia, kehadirannya di acara itu menegaskan hubungan yang baik dan terjaga antara Indonesia dan China.
"Kita ini negara yang berbasis kepada konstitusi, berbasis kepada kepentingan nasional, tetapi mempunyai suatu strategi politik luar negeri yang bebas aktif. Sehingga, kita open minded kepada semua negara sahabat," kata Sjafrie di Beijing, Rabu.
Beijing Xiangshan Forum berlangsung pada 15-17 September 2026 dengan mengusung tema "Build Consensus on Stability, Advance Security Governance Together" (Membangun Konsensus Stabilitas, Memajukan Tata Kelola Keamanan Bersama). Forum tersebut menampilkan empat sesi pleno serta delapan sesi pararel yang dihadiri ratusan perwira militer, diplomat, dan akademisi dari negara Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Menurut dia, Indonesia bakal hadir jika memang mendapat undangan dari negara penyelenggara. "Indonesia terbuka untuk bicara dengan negara-negara lain untuk memenuhi kepentingan nasional mereka dan untuk memenuhi harapan rakyat," kata Sjafrie.
Dia menilai, forum tersebut bagus untuk menjaga hubungan antar-semua komunitas militer, baik dari kalangan birokrat pertahanan, akademisi, maupun teknologi. Sjafrie mengungkapkan, Indonesia juga ikut berkontribusi dalam forum tersebut.
"Kami sangat mendukung dan kami ingin terus berada di dalam koridor ini. Kontribusi kami sudah banyak. Baik yang kami lakukan bilateral maupun dilaksanakan secara multilateral, termasuk rencana latihan militer bersama yang sudah direncanakan oleh Defense Cooperation Agreement," ucap Sjafrie.




