Jumat 21 Aug 2026 17:52 WIB

Arthatel dan AGP Edukasi Anak Tentang Internet Cerdas, Aman, dan Bertanggung Jawab

Anak-anak diajak memahami berbagai risiko di dunia digital.

Arthatel bermitra dengan Artha Graha Peduli memberikan edukasi tentang penggunaan internet cerdas kepada siswa SDN 01 Kuningan Barat, Jakarta Selatan.
Foto: Istimewa
Arthatel bermitra dengan Artha Graha Peduli memberikan edukasi tentang penggunaan internet cerdas kepada siswa SDN 01 Kuningan Barat, Jakarta Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Artha Telekomindo (Arthatel) bersama Artha Graha Peduli (AGP) melalui kegiatan Corporate Social Safety Responsibility (CSSR) memberikan edukasi mengenai penggunaan internet yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab kepada anak-anak di SDN 01 Kuningan Barat, Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Internet Cerdas, Aman, dan Bertanggung Jawab: Mengenal Internet, Menjaga Data, Meraih Cita-cita”, kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar mengenai manfaat internet sekaligus berbagai risiko yang perlu diwaspadai dalam menggunakan teknologi digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan mengenai internet sebagai sarana untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas.

Di sisi lain, anak-anak juga diajak memahami berbagai risiko di dunia digital, seperti penipuan, berita bohong atau hoaks, cyberbullying, konten yang tidak sesuai, penggunaan game secara berlebihan, serta interaksi dengan orang yang tidak dikenal.

Edukasi juga menekankan pentingnya menjaga data pribadi. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai informasi yang perlu dilindungi, seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, nama sekolah, foto pribadi, dan password. Materi tersebut mengibaratkan password sebagai “kunci” yang harus dijaga untuk melindungi akun digital.

Selain keamanan digital, kegiatan CSSR Arthatel memperkenalkan Artificial Intelligence (AI) secara sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

AI diperkenalkan sebagai teknologi yang dapat membantu menjawab pertanyaan, mengenali gambar, menerjemahkan bahasa, hingga membantu proses belajar.

Namun, anak-anak juga diingatkan AI merupakan alat bantu dan bukan pengganti guru maupun usaha untuk belajar.

Direktur Komersial PT Artha Telekomindo, Sumiro Oemar, mengatakan, CSSR ini merupakan komitmen Arthatel untuk turut memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya melalui literasi digital.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ICT, kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi dan konektivitas, juga ikut membangun pemahaman masyarakat agar teknologi dapat digunakan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,’’ katanya dalam keterangan, Jumat (21/8/2026).

Melalui kegiatan ini, ia berharap anak-anak dapat menjadi generasi yang cerdas memanfaatkan internet, mampu menjaga data pribadinya, serta menggunakan teknologi untuk belajar dan meraih cita-cita.

Menurutnya, kolaborasi dengan Artha Graha Peduli menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat kegiatan sosial perusahaan kepada masyarakat.

“Kolaborasi Arthatel bersama Artha Graha Peduli menunjukkan teknologi bisa menjadi sarana untuk memberikan dampak sosial yang nyata,’’ ujarnya.

Ia berharap edukasi seperti ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menggunakan internet dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan Kelurahan Kuningan Barat, Nena Karyati, menyampaikan apresiasinya atas edukasi yang diberikan Arthatel bersama Artha Graha Peduli kepada para siswa SDN 01 Kuningan Barat.

“Saya mewakili Kelurahan Kuningan Barat, khususnya SDN 01 Kuningan Barat, mengucapkan terima kasih kepada Artha Graha Peduli dan Arthatel atas pelayanan dan edukasi mengenai internet yang sehat, cerdas, aman, dan bertanggung jawab kepada anak-anak,’’ katanya.

Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi anak-anak sejak usia dini, karena internet memiliki sisi positif maupun negatif yang perlu dipahami dan diwaspadai. Semoga kerja sama dan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Dalam sesi interaktif, peserta diajak mengikuti permainan “Aman atau Tidak Aman?” untuk menguji pemahaman mereka mengenai situasi yang sering ditemui ketika menggunakan internet, seperti berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal atau ketika seseorang meminta informasi pribadi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan “Janji Anak Indonesia Cerdas Berinternet”, yang mengajak anak-anak berkomitmen menggunakan internet untuk belajar, menjaga data pribadi, menghormati orang lain, dan menjadi pengguna internet yang cerdas.

Melalui kegiatan CSSR ini, Arthatel berharap literasi digital dapat ditanamkan sejak dini sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi