REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Anggota legislatif California, Aisha Wahab, meraih kemenangan pada hari Kamis dalam pemilihan khusus untuk menyelesaikan sisa masa jabatan mantan anggota DPR Eric Swalwell, yang akan berakhir pada bulan Januari. Wahab menambah panjang daftar politikus Muslim yang berjaya di AS belakangan.
Swalwell, seorang politisi Demokrat yang sempat mencalonkan diri sebagai gubernur California, mengakhiri kampanyenya dan mengundurkan diri dari Kongres pada bulan April setelah dituduh melakukan kekerasan dan pelecehan seksual. Ia telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut.
Wahab mengalahkan Direktur Bay Area Rapid Transit, Melissa Hernandez, dalam pemilihan khusus di Distrik Kongres ke-14 negara bagian tersebut, yang mencakup sebagian wilayah Alameda County di sisi timur Teluk San Francisco.
Dilaporkan Politico, Aisha Wahab menang mengalahkan meski ada kucuran dana raksasa kelompok lobi Israel AIPAC untuk membungkamnya.
Wahab dikenal memperjuangkan keterjangkauan dan akses perumahan. Ia juga menyusun rancangan undang-undang pada tahun 2023 untuk melarang diskriminasi berbasis kasta, yang sempat menarik perhatian nasional. Gubernur dari Partai Demokrat, Gavin Newsom, memveto rancangan undang-undang tersebut dengan alasan bahwa diskriminasi semacam itu sudah dilarang oleh ketentuan perlindungan hak-hak sipil.
Wahab menjadi orang Amerika keturunan Afghanistan pertama yang terpilih untuk memegang jabatan publik di AS saat ia memenangkan kursi di Dewan Kota Hayward pada tahun 2018. Ia akan menjadi orang Amerika keturunan Afghanistan pertama yang bertugas di Kongres.
Ia dan Hernandez akan kembali bersaing dalam pemilihan terpisah pada bulan November untuk menentukan siapa yang akan menjabat selama satu periode penuh dua tahun berikutnya.
Setelah politikus Demokrat Zohran Mamdani memenangkan pemilihan wali kota New York tahun lalu, sejumlah kandidat Muslim memenangkan pemilihan pendahuluan untuk parlemen AS. Gelombang kemenangan ini membalik dominasi lobi Israel di tengah genosida yang terjadi di Gaza.




