Jumat 21 Aug 2026 07:03 WIB

49 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo, Warga Diminta Waspadai Karhutla

BPBD minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan titik panas.

Ilustrasi penanganan karhutla.
Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Ilustrasi penanganan karhutla.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat sebanyak 49 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Gorontalo. Temuan tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi mengatakan, puluhan titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan pemantauan satelit pada Rabu (19/8/2026) sejak pukul 00.00 hingga 15.00 WITA.

Baca Juga

“Hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu kita waspadai. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,” ujar Rusli di Gorontalo, Kamis (20/8/2026).

Dari 49 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 45 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang. Sementara empat titik lainnya tercatat memiliki tingkat kepercayaan rendah.

Hingga periode pemantauan tersebut, belum ditemukan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kendati demikian, BPBD tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan kemunculan titik panas.

Rusli menjelaskan, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan atau lahan. Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu pada suatu wilayah yang terpantau melalui satelit.

Karena itu, informasi dari satelit masih perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan kondisi di lapangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah anomali suhu yang terdeteksi berkaitan dengan aktivitas kebakaran atau faktor lainnya.

Pemantauan juga menjadi penting karena kondisi api di lahan terbuka dapat berubah dengan cepat. Api yang awalnya berada pada area terbatas berpotensi menjalar apabila tidak segera dikendalikan, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan relatif kering.

BPBD Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan titik panas. Koordinasi dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan kebakaran yang berpotensi meluas.

Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla. Laporan mengenai kemunculan asap maupun api di lapangan dapat membantu petugas memperoleh informasi awal untuk ditindaklanjuti.

BPBD karena itu meminta warga yang beraktivitas di kawasan terbuka lebih berhati-hati. Aktivitas yang menggunakan api perlu diawasi agar tidak memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi