Kamis 20 Aug 2026 17:52 WIB

Polisi Terjunkan Tim Bebaskan Sembilan Remaja Diculik Separatis Papua

Tim penyelamat masih terkendala transportasi untuk menuju distrik Jila.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Teguh Firmansyah
Kontak tembak di Papua (ilustrasi)
Foto: anadolu agancy
Kontak tembak di Papua (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MIMIKA — Kepolisian di Mimika, Papua Tengah memastikan untuk membebaskan sembilan anak-anak dan remaja perempuan yang diculik dan hingga kini dalam penyanderaan kelompok separatis bersenjata di Distrik Jila.

Kapolda Papua Tengah Brigadir Jenderal (Brigjen) Jeremias Rontini mengatakan, otoritasnya memerintahkan Polres Mimika untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi.

Baca Juga

Dia juga memastikan kepolisian akan mengambil tindakan hukum terhadap para gerombolan separatis yang melakukan penculikan dan penyanderaan tersebut.

“Upaya sedang dilakukan. Kapolres Mimika sudah menyiapkan tim dan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan langkah-langkah ke arah situ (penyelamatan dan evakuasi),” kata Brigjen Jeremias saat dihubungi wartawan dari Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Namun kata dia hingga saat ini satuan dari Polres Mimika yang akan diberangkatkan ke Distrik Jila masih terkendala transportasi. “Kendala saat ini, penerbangan ke (Distrik) Jila yang masih terkendala,” ujar dia.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak agar aparat keamanan memastikan keamanan seluruh warga di Papua.

Terkait dengan kabar penculikan dan penyanderaan sembilan anak-anak dan remaja perempuan itu, Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing menegaskan kecamannya atas aksi-aksi pihak manapun yang menjadikan masyarakat sipil di Papua sebagai target.

Apalagi kata dia, jika benar penculikan dan penyanderaan itu dilakukan terhadap anak-anak dan remaja perempuan.

Berita Lainnya

Rekomendasi