Rabu 16 Sep 2026 10:03 WIB

Setelah Habisi ASN tak Berdosa, Kini OPM Eksekusi Sopir Sipil Trans Wamena

Separatis mengeklaim warga yang dieksekusi merupakan agen intelijejen.

Rep: Bambang Noroyono,/ Red: Teguh Firmansyah
Pasukan kelompok separatis TPNPB-OPM di Papua Tengah.
Foto: Dok TPNPB
Pasukan kelompok separatis TPNPB-OPM di Papua Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kelompok separatis bersenjata di Papua kembali mengeklaim menembak mati seorang warga yang dituding sebagai mata-mata militer Indonesia. Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) Sebby Sambom menyampaikan, eksekusi yang dilakukan kelompoknya itu terjadi di Jalur Trans Wamena-Nduga, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

“Manajemen Markas Pusat TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, pada hari ini bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap agen intelijen militer Indonesia yang berprofesi sebagai sopir di Jalur Trans Wamena-Nduga,” kata Sebby melalui siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga

Penyampaian resmi TPNPB - OPM itu, kata Sebby sekaligus peringatan berulang kepada seluruh warga non-Papua yang dikatakan berlindung di balik profesi sipil, agar hengkang dari Tanah Papua. Karena kata dia, kelompoknya juga akan melakukan penyisiran terhadap para pekerja di Jalur Trans Wamene-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo, dan Wamena-Jayapura.

TPNPB - OPM mengeklaim para pekerja tersebut merupakan agen-agen intelijen Indonesia. “Kami juga menyampaikan bahwa warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek, sopir taksi dan seterusnya agar menghentikan aktivitasnya. Karena jika kedapatan kami akan siap tembak mati karena itu bagian dari agen-agen intelijen militer Indonesia,” ujar Sebby.

TPNPB - OPM juga mengingatkan, para warga Orang Asli Papua (OAP) agar tak membantu ataupun ikut terlibat dalam membantu otoritas keamanan, maupun pasukan militer Indonesia.

Karena Sebby mengancam, kelompoknya juga akan mengambil tindakan terhadap warga OAP yang membantu TNI ataupun Polri. “Dan kami menegaskan kepada orang Papua untuk tidak terlibat dalam evakuasi korban penembakan di Jalan Trans Wamena-Nduga,” ujar Sebby.

Meskipun Sebby mengatakan TPNPB - OPM mempersilakan pasukan TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap korban yang sudah dieksekusi tersebut. “Kami juga mengingatkan agar seluruh sopir-sopir imigran Indonesia jangan pernah melewati jalur Trans Papua,” kata Sebby.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi