Jumat 10 Jul 2026 16:36 WIB

Punya 52 Program, BPDP Gandeng Pelaku UMKM Percepat Hilirisasi

Hilirisasi membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk-produk inovatif sawit.

Pengunjung menyaksikan booth BPDP pada 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara pada 8-10 Juli 2026.
Foto: Republika
Pengunjung menyaksikan booth BPDP pada 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara pada 8-10 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus secara aktif mendukung tumbuhnya pelaku UMKM sawit yang inovatif, mandiri dan berkelanjutan. Mereka pun selalu menyediakan berbagai program peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi dan penguatan daya saing agar dapat menjadi UMKM naik kelas.

Sampai Juni 2026, kerja sama UMKM dan BPDP telah mencapai 52 program kegiatan, mulai asosiasi petani, perguruan tinggi, kementerian, media, hingga pondok pesantren. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menyampaikan, lembaganya terus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang sawit.

Baca Juga

Termasuk adopsi teknologi dan percepatan hilirisasi industri kelapa sawit Indonesia menuju industri yang berdaya saing serta berkelanjutan. Tujuannya agar kemudian UMKM juga memiliki produk-produk yang berkualitas.

"Teknologi dan hilirisasi industri tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pengolahan skala besar, tetapi juga harus membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk-produk inovatif berbasis kelapa sawit yang memiliki nilai tambah dan daya saing," kata  Helmi dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Berita Lainnya

Rekomendasi