Jumat 10 Jul 2026 15:50 WIB

Pramono Sebut Sisa 108 Bidang Tanah Pembebasan Normalisasi Ciliwung

Pemprov DKI menambah golongan masyarakat yang masuk dalam daftar penerima KLG.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau aliran Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai, Manggarai, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau aliran Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai, Manggarai, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung. Hingga saat ini, sudah ada 62 dari 170 bidang tanah di Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, yang telah dibebaskan lahannya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, progres normalisasi Kali Ciliwung berjalan relatif baik. Apalagi, program normalisasi Sungai Ciliwung yang dilakukan untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta itu sempat terhenti dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

"Tidak terbayangkan, tempat yang dulu sering viral ini, kini mengalami perkembangan yang sangat baik. Orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata lahan di kawasan ini bisa dibebaskan dan proses normalisasi dapat dilakukan," kata Pramono saat meninjau progres pembebasan lahan di Cawang, Jumat (10/7/2026).

Dia menyebutkan, dari total 170 bidang tanah yang masuk dalam penetapan lokasi, sudah ada 62 bidang yang dibebaskan. Terdapat 108 bidang tanah yang mesti dibebaskan. Ditargetkan, seluruh pembebasan lahan di Cawang dapat rampung pada akhir tahun ini.

"Alhamdulillah, dari target 170 bidang, saat ini telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan," ujar Pramono. 

Apabila pembebasan lahan telah rampung, Pemprov DKI Jakarta akan segera melakukan normalisasi Kali Ciliwung. Menurut Pramono, hal itu akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi banjir yang selalu terjadi di Jakarta. 

"Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi yang sempat terhenti cukup lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya," kata Pramono.

Berita Lainnya

Rekomendasi