Kamis 09 Jul 2026 09:48 WIB

Blue Stream Diserang, Akankah Putin dan Erdogan Makin Dekat?

Turki adalah anggota NATO, tetapi tetap membeli energi Rusia.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Kolase Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Erdogan
Foto: Tangkapan layar
Kolase Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Erdogan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Serangan drone ke fasilitas Blue Stream tidak memutus aliran gas Rusia ke Turki. Namun, insiden itu menyentuh urat diplomasi yang jauh lebih sensitif: hubungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Moskow langsung menoleh ke Ankara. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia berharap Turki dan negara-negara lain menggunakan pengaruh mereka untuk memperingatkan Kiev agar tidak menyerang fasilitas energi global.

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan setelah Gazprom melaporkan serangan drone terhadap stasiun kompresor Krasnodarskaya yang menjadi bagian dari rantai pasokan gas Rusia ke Turki melalui pipa Blue Stream, sebagaimana diberitakan TASS pada Rabu, 8 Juli 2026.

Gazprom menyatakan serangan terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 19.51 waktu Moskow. Perusahaan energi Rusia itu menyebut langkah cepat berhasil mencegah gangguan pasokan gas ke Turki, meski perbaikan terhadap fasilitas yang rusak masih berlangsung, sebagaimana diberitakan TASS pada Rabu, 8 Juli 2026.

Secara teknis, pipa tetap mengalir. Secara politik, pesan Moskow jelas: serangan terhadap Blue Stream bukan hanya urusan Rusia dan Ukraina, melainkan juga menyangkut kepentingan Turki.

Di sinilah posisi Erdogan menjadi penting. Turki adalah anggota NATO, tetapi tetap membeli energi Rusia. Turki mendukung integritas wilayah Ukraina, tetapi tetap membuka jalur komunikasi dengan Putin. Turki menjual kemampuan pertahanan kepada Kiev, tetapi juga menjadi mitra penting Moskow dalam energi, perdagangan, Laut Hitam, dan proyek nuklir.

Bagi Putin, Erdogan bukan pemimpin yang selalu sejalan. Namun, Erdogan adalah salah satu dari sedikit pemimpin negara NATO yang masih dapat diajak bernegosiasi langsung oleh Moskow.

Serangan Blue Stream mempertegas posisi itu. Reuters pada Rabu, 8 Juli 2026, memberitakan Ukraina melancarkan serangan drone besar terhadap infrastruktur Rusia, termasuk tiga kilang minyak, sejumlah tanker di Laut Azov, dan stasiun pompa pipa. Dalam laporan yang sama, Reuters menyebut Gazprom menyatakan stasiun Krasnodarskaya yang membantu pengiriman gas ke Turki melalui Blue Stream diserang, tetapi ekspor tidak terdampak.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi