Rabu 08 Jul 2026 06:16 WIB

Amerika Serikat Kembali Serang Iran

AS berdalih serangan sebagai balasan penembakan kapal di Selat Hormuz.

Seorang wanita berjalan di depan mural di tembok bekas Kedutaan Besar AS di Teheran, pada Mei 2026.
Foto: EPA/Abedin Taherkenareh
Seorang wanita berjalan di depan mural di tembok bekas Kedutaan Besar AS di Teheran, pada Mei 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai respons atas dugaan serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran mengecam langkah Washington dan menegaskan akan mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya telah memulai "serangkaian serangan kuat" terhadap Iran. Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan memberikan "biaya yang mahal" kepada Iran atas dugaan penargetan kapal-kapal dagang yang diawaki warga sipil di perairan internasional.

Baca Juga

Dalam pernyataannya di platform X, CENTCOM menyebut serangan AS dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Washington menilai tindakan tersebut tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan serta keamanan nasionalnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran. Kantor berita Fars melaporkan asap hitam terlihat di belakang pasar ikan di Bandar Abbas setelah proyektil menghantam dermaga perikanan dan membakar beberapa kapal nelayan.

Media-media Iran juga melaporkan ledakan di sejumlah lokasi, termasuk di sekitar Sirik, Pulau Qeshm, dan Bandar Abbas. Televisi pemerintah Iran menyebut sedikitnya enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis dalam pengawasan jalur pelayaran tersebut.

Selain itu, sedikitnya tujuh ledakan dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan Sirik yang juga berada di jalur strategis Selat Hormuz. Media pemerintah Iran menyebut proyektil menghantam dermaga komersial di Sirik, dermaga perikanan di Desa Ziyarat, serta memicu beberapa ledakan di area pelabuhan.

Situasi di Selat Hormuz dilaporkan kembali memanas setelah sebelumnya hanya terjadi konfrontasi terbatas pascapenandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan kawasan tersebut.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi