REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanada akan menghadapi ujian terbesar mereka di Piala Dunia 2026 saat berjumpa Maroko pada babak 16 besar, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat atau Ahad (5/7/2026) pukul 00.00 WIB. Setelah mencatat sejarah dengan menembus fase gugur dan meraih kemenangan perdana di babak knockout, Les Rouges kini harus menghadapi salah satu tim paling konsisten di dunia.
Kanada melangkah ke 16 besar berkat kemenangan dramatis atas Afrika Selatan. Gol telat Stephen Eustáquio memastikan langkah skuad asuhan Jesse Marsch tetap berlanjut dan menjaga asa menciptakan sejarah yang lebih besar.
Namun, tantangan kali ini jauh lebih berat. Maroko datang dengan status tim peringkat keenam dunia FIFA sekaligus salah satu unggulan turnamen. Singa Atlas juga tengah menikmati performa impresif setelah mencatatkan 33 pertandingan tanpa kekalahan.
Tak hanya itu, Maroko terus mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru sepak bola Afrika. Mereka kini menjadi negara Afrika dengan jumlah kemenangan terbanyak di Piala Dunia, yakni delapan laga, sekaligus menjadi tim Afrika dengan produktivitas gol terbaik dalam sejarah turnamen. Kelolosan mereka ke fase gugur juga menjadi yang ketiga bagi negara Afrika sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada fase grup Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar. Saat itu Maroko menang 2-1 atas Kanada dan kemudian melanjutkan kiprahnya hingga menorehkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Meski menyadari kualitas lawan, Marsch menegaskan anak asuhnya tidak datang sekadar menjadi pelengkap.
"Rasanya seperti saya tidak ingin menonton mereka bermain karena mereka terlalu bagus," ujar Marsch menggambarkan kualitas permainan Maroko, dikutip dari Globalnews, Sabtu (4/7/2026).
Meski demikian, pelatih asal Amerika Serikat itu yakin Kanada masih memiliki peluang.
"Kami ingin berada di sini dan kami memang berharap bisa berada di sini. Semua orang mungkin akan meremehkan kami, dan di situlah peluang kami. Yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik dalam hidup kami," katanya.
Di kubu lawan, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi juga tidak memandang Kanada sebelah mata. Setelah menyingkirkan Belanda melalui adu penalti pada babak sebelumnya, ia menilai Kanada merupakan lawan yang mampu memberikan ancaman serius.
"Kanada akan menjadi lawan yang tangguh bagi kami. Kami harus beristirahat, kembali dengan segar, dan meyakinkan diri bahwa tidak ada yang akan menghentikan kami," ujar Ouahbi.
Kanada juga mendapat tambahan kekuatan dengan kembalinya Alphonso Davies. Bintang Bayern Muenchen itu menjalani debutnya di turnamen tahun ini saat masuk sebagai pemain pengganti melawan Afrika Selatan dan langsung memberi dampak positif yang berujung pada gol kemenangan Eustáquio. Marsch belum memastikan apakah Davies akan tampil sebagai starter menghadapi Maroko.
Selain itu, Kanada memiliki modal psikologis lain. Mereka belum pernah kalah saat mengenakan kostum serba hitam sepanjang Piala Dunia 2026, dan seragam tersebut kembali akan dipakai saat menghadapi Maroko.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung sengit. Kanada mengandalkan semangat, disiplin, dan kecepatan serangan balik, sementara Maroko datang dengan pengalaman, organisasi permainan yang solid, serta mental juara yang telah teruji dalam beberapa tahun terakhir. Pemenang laga ini akan mengamankan tiket menuju babak perempat final Piala Dunia 2026.




