REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asa Jepang melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 berakhir dengan cara yang menyakitkan. Setelah sempat unggul dan bertahan disiplin hampir sepanjang pertandingan, Samurai Biru harus mengakui keunggulan Brasil 1-2 akibat gol pada injury time dalam laga di Stadion Houston, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.
Gol Gabriel Martinelli pada menit kelima injury time memupus harapan mereka melaju ke babak 16 besar. Gol ini menyakitkan karena laga tinggal menghitung waktu menuju babak tambahan waktu sehingga Jepang tak punya cukup waktu membalas. Terlebih gol diawali oleh kesalahan passing setelah berhasil menghentikan serangan Brasil.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu memilih menanggung kekecewaan dengan kepala tegak. Ia menegaskan, para pemainnya telah memberikan seluruh kemampuan hingga peluit panjang berbunyi.
Moriyasu juga mengapresiasi kerja keras staf pelatih yang terus mendukung tim sejak persiapan hingga fase gugur.
"Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen di tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan yang terbaik hari ini, seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai titik ini," ujar Moriyasu seperti dikutip dari laman FIFA.
Pelatih berusia 57 tahun itu mengakui kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena Jepang sempat unggul lebih dulu dan hanya beberapa menit lagi membawa pertandingan ke babak tambahan. Meski demikian, ia bertekad menjadikan kegagalan ini sebagai pelajaran berharga.
"Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan segalanya. Namun, saya menerima hasil ini dan menggunakannya untuk membangun tim yang lebih kuat pada masa depan," katanya.




