Ahad 28 Jun 2026 20:39 WIB

Pasukan Israel Kepung Tepi Barat

Berbagai kekerasan dan penangkapan dilakukan terhadap warga Palestina.

Warga Palestina yang mengungsi membawa barang-barang mereka melintasi kamp pengungsi Tulkarem di kota Tulkarm, Tepi Barat, pada 17 Juni 2026, saat militer Israel melanjutkan pengerahan pasukan di seluruh wilayah kota tersebut.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Warga Palestina yang mengungsi membawa barang-barang mereka melintasi kamp pengungsi Tulkarem di kota Tulkarm, Tepi Barat, pada 17 Juni 2026, saat militer Israel melanjutkan pengerahan pasukan di seluruh wilayah kota tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Pasukan penjajahan Israel (IDF) kembali melancarkan serangkaian penggerebekan militer semalam suntuk di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Ahad. Sementara para pemukim melancarkan serangan terkoordinasi terhadap komunitas, rumah, dan lahan pertanian warga Palestina.

Dilansir Palestine Chronicle, Operasi penyusupan terbaru ini mencakup enam kegubernuran; pasukan Israel melakukan penggerebekan rumah, penangkapan, dan penutupan jalan, sementara para pemukim menyerang warga, merusak lahan pertanian, dan menyasar properti Palestina—sering kali di bawah perlindungan pasukan pendudukan.

Baca Juga

Pasukan Israel menyerbu berbagai kota, desa, dan kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat yang diduduki sepanjang malam hingga dini hari.

Penggerebekan tersebut menyasar komunitas di Nablus, Jenin, Hebron (Al-Khalil), Bethlehem, Ramallah, dan Yerusalem yang diduduki, termasuk desa-desa Al-Mughayyir, Madama, Burqa, Sebastia, Zabuba, Arabouna, dan Marka, serta kamp pengungsi Qalandiya dan kota Beit Sahour, Sa’ir, Al-Shuyukh, dan Kharsa.

Pasukan menggeledah rumah-rumah, mengerahkan unit infanteri ke dalam kawasan permukiman, dan memperluas kehadiran militer mereka di seluruh wilayah yang menjadi sasaran. Di Al-Mughayyir, sebelah timur laut Ramallah, pasukan pendudukan menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah para pemuda Palestina.

Lebih jauh ke selatan, pasukan Israel memperkuat pengerahan personel di desa Madama, sebelah selatan Nablus, dengan mendatangkan kendaraan militer tambahan dan sebuah buldoser, sebelum menutup akses masuk desa menggunakan gundukan tanah.

photo
Dua tentara Israel memeriksa seorang pria Palestina di kamp pengungsi Nur Shams di kota Tulkarm, Tepi Barat, pada 16 Juni 2026, saat militer Israel melanjutkan pengerahan pasukan dalam jangka panjang di seluruh wilayah kota tersebut beserta dua kamp pengungsinya. - (EPA/ALAA BADARNEH)

Serangkaian penggerebekan oleh militer tersebut disertai dengan gelombang penangkapan lainnya. Pasukan Israel menahan lima warga Palestina dalam penggerebekan di Burqa, sebelah barat laut Nablus.

Seorang warga Palestina lainnya ditangkap di Beit Sahour, sebelah timur Betlehem, sementara satu penangkapan tambahan dilaporkan terjadi saat penggerebekan di kamp pengungsi Qalandiya, sebelah utara Yerusalem yang diduduki.

Penangkapan-penangkapan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan Israel berupa operasi penahanan yang hampir setiap hari dilakukan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement