REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Serangan-serangan teroris Yahudi di Tepi Barat terus berlanjut. Pada Selasa malam, para pemukim ilegal Israel itu juga melakukan penculikan terhadap warga Palestina
Menurut kantor berita WAFA, para pemukim Israel melancarkan serangan terpisah terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa malam. Mereka kemudian menculik dua pemuda di kota Beit Ula, sebelah barat Hebron, serta membakar sebuah kendaraan milik warga Palestina di kawasan Abu Nujaym, sebelah timur Betlehem.
Di wilayah Hebron, para pemukim mencegat kendaraan milik seorang pemuda bernama Safar Samer Al-Atrash di bagian barat Beit Ula, merusak kendaraan tersebut, lalu menculiknya bersama seorang pemuda lainnya, demikian dilaporkan sumber-sumber setempat.
Dalam insiden terpisah di wilayah Betlehem, para pemukim menyerang rumah seorang warga Palestina bernama Samer Oweis di kawasan Abu Nujaym dan membakar kendaraannya, ungkap sebuah sumber keamanan kepada koresponden WAFA. Sumber tersebut mengatakan kepada koresponden WAFA bahwa para pemukim menyerang rumah Oweis di kawasan itu dan membakar kendaraannya hingga hangus tak bersisa.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi kekerasan yang terus berlanjut oleh para pemukim di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, dengan sasaran warga sipil, rumah, kendaraan, dan harta benda milik warga Palestina.
Semrntara Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, pada Selasa membanggakan tindakan penghancuran rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Smotrich menyampaikan pernyataan tersebut melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, yang menyertakan gambar-gambar yang memperlihatkan penghancuran rumah warga Palestina di Tepi Barat.
"Kami terus menegakkan hukum serta mencegah pembangunan ilegal dan penguasaan wilayah oleh pihak Arab di Tepi Barat. Selama bertahun-tahun, mereka bertindak di wilayah tersebut seolah-olah itu adalah milik mereka. Hal itu sudah berakhir. Tepi Barat adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Israel dan merupakan wilayah yang vital bagi keamanannya," kata Smotrich.
Patut dicatat bahwa seantero Tepi Barat diakui hukum internasional sebagai wilayah Palestina meski banyak yang sudah diduduki pasukan Zionis. Sebelumnya, Smotrich telah mengumumkan niat pemerintahnya untuk mencaplok 82 persen wilayah Tepi Barat dan menegaskan perlunya mencegah pembentukan negara Palestina.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melansir angka-angka terbaru yang menggambarkan masifnya aksi terorisme pemukim Yahudi di wilayah Tepi Barat yang dijajah. Lansiran itu mencatat lebih dari seribu kejahatan yang berpotensi jadi ledakan konflik tersebut.
OCHA mengumumkan bahwa mereka telah mendokumentasikan lebih dari 1.330 insiden yang melibatkan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak awal tahun 2026. Serangan itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di pihak Palestina serta kerusakan pada properti warga Palestina.




