Rabu 27 May 2026 14:21 WIB

DPR Minta Kunjungan Presiden ke Paris Saat Idul Adha tak Jadi Polemik

Agenda kenegaraan disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang.

Presiden RI Prabowo Subianto di hotel tempat menginap di Paris, Perancis, Selasa (26/5/2026).
Foto: BPMI Setpres
Presiden RI Prabowo Subianto di hotel tempat menginap di Paris, Perancis, Selasa (26/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI Bahtra Banong mengatakan, kunjungan kerja Presiden RI ke Paris, Perancis merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah direncanakan jauh hari. Dia meminta agar kunjungan itu jangan sampai dipelintir menjadi polemik politik, hanya karena bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha.

Di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, menurut dia, Presiden RI justru sedang memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara besar dunia. Karena itu, RI 1 memilih kerap melakukan lawatan keluar negeri.

Baca Juga

"Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha," kata Bahtra dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Dia mengatakan, Perancis merupakan mitra penting Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis. Apalagi, sambung Bahtra, hubungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron sangat erat dalam setahun terakhir.

Bahkan sebelumnya, menurut Bahtra, Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day pada 2025 lalu. Dia menilai, hal itu adalah sebuah penghormatan diplomatik khusus yang tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia. "Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis," ucap anggota Fraksi Gerindra DPR itu.

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi