Selasa 12 May 2026 02:00 WIB

Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Percepat Akses Internet di Indonesia

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi, mempercepat pemerataan akses internet di wilayah 3T Indonesia dengan kapasitas 160 Gbps.

Rep: antara/ Red: antara
Satelit Nusantara Lima beroperasi, percepat pemerataan internet di RI.
Foto: antara
Satelit Nusantara Lima beroperasi, percepat pemerataan internet di RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi pada Senin (tanggal acara) dan akan berperan penting dalam mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), meresmikan operasional satelit ini di Jakarta Selatan.

Satelit Nusantara Lima, dengan kapasitas 160 Gbps, akan memenuhi kebutuhan konektivitas di Indonesia dan juga untuk Filipina. Menurut Adi, PSN saat ini juga melakukan penjajakan pemanfaatan satelit dengan Malaysia. Hal ini menunjukkan pentingnya kemandirian konektivitas di tengah dinamika politik global.

Satelit ini menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan platform Boeing 702MP dan memiliki 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dengan beroperasinya Satelit Nusantara Lima, Indonesia akan memiliki kapasitas lebih dari 400 Gbps, terbesar di Asia Pasifik.

PSN mengalokasikan masing-masing 20 Gbps untuk Filipina dan Malaysia. Satelit ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari pemerintah, swasta, hingga lembaga lainnya, untuk memberikan opsi kapasitas yang bisa diandalkan.

Untuk mendukung operasional Satelit Nusantara Lima, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia: Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement