REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL — Perguruan tinggi tidak boleh terjebak dalam dua kutub ekstrem: terasing sebagai menara gading atau kehilangan arah karena tunduk pada tekanan di luar fungsi akademiknya.
Di antara dua kutub itu, Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said, menawarkan jalan tengah—kampus sebagai sentra solusi.
Gagasan itu disampaikan Sudirman dalam pidato wisuda perdana UHN di Tegal, Jawa Tengah, Rabu (7/5/2026).
Diaa menekankan bahwa kampus harus hadir sebagai ruang lahirnya gagasan sekaligus tempat menguji dan menerapkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kampus harus menjadi jantung perubahan. Ia ruang bagi lahirnya ide sekaligus laboratorium solusi,” ujar Sudirman.
Menurutnya, perguruan tinggi tak cukup hanya menjadi center of excellence, tetapi harus berkembang menjadi center of solution.
Dalam pidatonya, Sudirman juga menyoroti makna ilmu pengetahuan bagi para lulusan. Ia menegaskan bahwa ilmu bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab moral.
“Ilmu yang Saudara peroleh bukan milik pribadi semata. Itu amanah. Harus digunakan untuk membangun, bukan meruntuhkan. Untuk menerangi, bukan menyesatkan,” tegasnya.
Dari situ, dia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Dunia, kata Sudirman, tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.