REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (Perdosni) 2026 yang berlangsung di Makassar menekankan pentingnya pencegahan penyakit, terutama stroke. Ketua Umum Perdosni, Dr Dodik Tugasworo, menekankan bahwa fokus kini bergeser dari kuratif ke preventif untuk menjaga otak tetap sehat hingga usia tua.
Pertemuan ini mengangkat tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care” dan menjadi ajang penting dalam menghadapi peningkatan kasus seperti stroke, demensia, dan penyakit neurologi lainnya. Menurut Dodik, pencegahan penyakit otak sebaiknya dimulai sejak masa kandungan dan 1000 hari pertama kehidupan agar tercipta generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam temu wartawan, Dodik menjelaskan bahwa produktivitas masyarakat Indonesia pada 2020 tergolong rendah, yaitu sekitar 0,50 persen. Untuk meningkatkan angka ini ke 0,73 persen, diperlukan peningkatan kualitas SDM dan kesehatan otak. Kasus stroke, yang sering terjadi pada usia produktif, menjadi isu utama karena dapat menghambat produktivitas masyarakat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemptov Sulsel, Ishaq Iskandar, turut menekankan pentingnya kesehatan otak untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki keadaan manusia. Ia menyebutkan bahwa stroke sebagai penyakit yang paling banyak terjadi, namun masih bisa dicegah.
Rekomendasi Strategis dari PIN Perdosni 2026
PIN Perdosni 2026 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis seperti peningkatan layanan stroke, pemanfaatan teknologi digital dalam diagnosis neurologi, pengembangan telemedicine, pendidikan berkelanjutan dokter, serta kolaborasi riset nasional dan internasional.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




