Rabu 29 Apr 2026 15:46 WIB

Mantan Eks Bos Mossad Merasa Malu Jadi Yahudi

Serangan penjajah Israel terhadap wilayah pendudukan semakin meningkat.

Pasukan Israel menghentikan pengungsi Palestina yang berusaha kembali ke kamp pengungsi Nur Shams selama operasi militer Israel di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, 9 Februari 2026.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Pasukan Israel menghentikan pengungsi Palestina yang berusaha kembali ke kamp pengungsi Nur Shams selama operasi militer Israel di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, 9 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Mantan kepala Mossad, Tamir Pardo, mengkritik keras tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Ia menyamakan serangan baru-baru ini oleh penjajah seperti holokus.

Pardo bahkan merasa "malu menjadi Yahudi." Demikian dilaporkan Anadolu seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa

Baca Juga

Pardo mengutuk meningkatnya kekerasan oleh penjajah Israel terhadap Palestina. Ia menyebutnya sebagai "ancaman eksistensial" bagi negara tersebut. 

“Ibu saya adalah penyintas Holocaust, dan apa yang saya lihat mengingatkan saya pada peristiwa yang terjadi terhadap orang Yahudi di abad lalu,” kata Pardo selama kunjungan ke desa-desa Palestina yang telah diserang dalam beberapa bulan terakhir.

“Apa yang saya lihat hari ini membuat saya merasa malu menjadi Yahudi.”

Pardo menyampaikan komentar tersebut kepada Channel 13 saat mengunjungi daerah tersebut bersama mantan pejabat militer senior, termasuk Matan Vilnai dan Amram Mitzna.

“Apa yang saya lihat hari ini adalah ancaman eksistensial bagi Negara Israel,” ia memperingatkan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement