Selasa 28 Apr 2026 06:47 WIB

Puluhan Perempuan di Tegal dan Karawang Dilatih dan Diberi Bantuan Modal Usaha

Menurut Sandiaga, perempuan perlu memiliki kemandirian ekonomi.

Perempuan di Kabupaten Tegal didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Foto: Republika
Perempuan di Kabupaten Tegal didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semangat juang Kartini, Perempuan di Kabupaten Tegal, Jawa Tenagh didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pelatihan keterampilan berbasis usaha rumahan. Upaya itu dilakukan Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Ruang Temu Asa Tegal melalui workshop baking dan cooking bertajuk Olahan Pisang Bernilai Jual, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Jalan Ir Juanda, Kabupaten Tegal, tersebut diikuti 50 peserta yang mayoritas ibu rumah tangga. Mereka dilatih membuat banana muffin dan dadar gulung cokelat isi pisang keju, dua produk yang memiliki potensi pasar dengan bahan baku mudah diperoleh. Selain itu, mereka mendapatkan bantuan modal usaha dan hadiah dari Kartini Challenge dari Yayasan Indonesia Setara.

Baca Juga

Pelatihan serupa juga digelar di Cermin Timur, Kecamatan Sukakertama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan hasil kolaborasi YIS dan Skies Indonesia itu diikuti 50 ibu rumah tangga. Mereka dilatih membuat bolu ketan hitam lumer dan thai dessert.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, program itu merupakan bagian pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan lembaganya selama sekitar 15 tahun. "Perempuan perlu memiliki kemandirian ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga keberanian untuk memulai usaha," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Perwakilan Ruang Temu Asa Tegal, Mujab menyatakan, pemberdayaan perempuan tidak selalu harus melalui sektor formal. Menurut dia, aktivitas rumah tangga pun dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola secara kreatif. "Dari dapur rumah, perempuan bisa membantu ekonomi keluarga. Kuncinya ada pada kemauan dan kreativitas," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement