Selasa 28 Apr 2026 06:06 WIB

Sambut Abbas Aragchi, Putin Tegaskan Dukungan Rusia untuk Iran

Aragchi sampaikan salam Mojtaba Khamenei buat Presiden Putin.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Rusia Vladimir Putin m
Foto: Gavriil Grigorov, Sputnik, Kremlin Pool Photo
Presiden Rusia Vladimir Putin m

REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi di St.Petersburg, Senin (27/4/2026). Pada kesempatan itu, Putin menyampaikan dukungan Rusia terhadap Iran dan berharap perdamaian segera terwujud.

“Dari pihak kami, kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda dan kepentingan semua rakyat di kawasan ini untuk memastikan bahwa perdamaian tercapai secepat mungkin,” kata Putin kepada Araghchi, dilaporkan laman kantor berita Rusia, TASS.

Baca Juga

Kepada Aragchi, Putin menyampaikan bahwa pekan lalu dia menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

"Saya ingin meminta Anda untuk menyampaikan ucapan terima kasih saya yang paling tulus untuk ini dan untuk menegaskan bahwa Rusia, seperti Iran, bermaksud untuk melanjutkan hubungan strategis kita," ucap Putin tanpa menyinggung isi pesan yang dikirimkan Khamenei kepadanya.

Sementara itu, Araghchi mengatakan, dia sangat senang dapat bertemu Putin. Dalam pertemuan itu, Aragchi pun menyampaikan salam yang dititipkan Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada Putin.

Aragchi mengungkapkan, hubungan Rusia dan Iran akan terus menguat terlepas dari keadaan apapun. "Araghchi juga berterima kasih kepada Putin dan Rusia atas dukungan mereka terhadap Republik Islam," demikian tulis TASS dalam laporannya.

Kepada Putin, Aragchi menyampaikan, rakyat Iran telah berhasil melawan tekanan AS dengan keberanian. Dia mengatakan, Iran akan terus gigih dalam menghadapi AS.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Tahun lalu Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis 20 tahun dengan Rusia. Terkait kondisi geopolitik terkini, Rusia telah menawarkan diri untuk menjadi mediator guna membantu menurunkan tensi di Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 lalu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement