Rabu 22 Apr 2026 05:34 WIB

Satu dari Empat Orang di Jerman Berlatar Belakang Migrasi

Badan Statistik Federal Jerman melaporkan pada tahun 2025, sekitar 26,3 persen penduduk memiliki latar belakang migrasi. Angka ini menunjukkan betapa semakin beragamnya masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle
Monika Skolimowska/dpa/picture-alliance
Monika Skolimowska/dpa/picture-alliance

Badan Statistik Federal Jerman melaporkan pada tahun 2025, sekitar 26,3 persen penduduk memiliki latar belakang migrasi. Angka ini menunjukkan betapa semakin beragamnya masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Secara sederhana, bisa dibilang bahwa satu dari setiap empat orang di Jerman memiliki "jejak migrasi” dalam keluarganya. Menurut data tersebut, jumlahnya mencapai sekitar 21,8 juta orang pada tahun 2025. Dibandingkan tahun sebelumnya, proporsi ini meningkat sekitar 0,5 poin persentase, hingga mencapai 26,3 persen dari total penduduk.

Yang dimaksud dengan "latar belakang migrasi" adalah orang yang baik dirinya sendiri, maupun kedua orang tuanya, telah berpindah ke Jerman sejak tahun 1950. Data ini bersumber dari Mikrozensus, yaitu survei sampel tahunan yang mencakup sekitar satu persen populasi Jerman.

Hampir 20 persen adalah imigran generasi pertama

Hampir 20 persen penduduk Jerman adalah imigran generasi pertama, yaitu mereka yang datang sendiri dari luar negeri. Pada tahun 2025, jumlah mereka mencapai sekitar 16,4 juta orang yang tinggal di Jerman, meningkat sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun 2024.

Para ahli statistik mencatat bahwa: "Dengan demikian, kenaikan jumlah pendatang ini berjalan jauh lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.”

Dari kelompok imigran generasi pertama ini, sebagian besar berasal dari:

Polandia: Sekitar 1,5 juta orang

Turki: sekitar 1,5 juta orang

Ukraina: Sekitar 1,3 juta orang

Rusia: Sekitar 1,0 juta orang

Suriah: Sekitar 1,0 juta orang

Selain itu, terdapat sekitar 5,4 juta orang yang merupakan keturunan langsung imigran, yaitu mereka yang lahir di Jerman dari dua orang tua yang sudah bermigrasi sejak tahun 1950. Kelompok generasi kedua ini tumbuh sekitar tiga persen dibandingkan tahun 2024.

67 persen lebih banyak imigran dibandingkan tahun 2005

"Sejak tahun 2005, jumlah orang dengan latar belakang migrasi meningkat dari 13,0 juta menjadi 21,8 juta orang pada tahun 2025," demikian disampaikan jawatan statistik di Jerman. Ini berarti terjadi kenaikan sekitar 67 persen. Proporsi mereka terhadap total populasi juga naik sekitar 10 poin persentase dalam periode yang sama.

Salah satu temuan menarik adalah bahwa orang dengan latar belakang migrasi cenderung lebih muda dibandingkan populasi secara keseluruhan. Pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun, lebih dari sepertiga memiliki latar belakang migrasi. Namun pada kelompok usia di atas 65 tahun, hanya sekitar satu dari tujuh orang yang memiliki latar belakang serupa.

Di antara imigran muda usia 25 hingga 34 tahun yang datang sendiri ke Jerman, terdapat keragaman yang cukup tajam dalam pendidikan: Sekitar sepertiga memiliki gelar akademik, namun jumlah yang hampir sama tidak memiliki pendidikan atau pelatihan kejuruan, dan bahkan tidak sedang berada dalam sistem pendidikan maupun pelatihan.

Hanya rumah tangga pribadi yang memiliki tempat tinggal utama yang dihitung

Penting dicatat bahwa data ini hanya mencakup penduduk yang tinggal di rumah tangga utama pribadi, dengan total sekitar 82,7 juta orang pada tahun 2025. Mereka yang tinggal di tempat penampungan kolektif, seperti fasilitas pengungsian, tidak termasuk dalam perhitungan ini.

Selain itu, orang yang hanya memiliki salah satu orang tua (Ed.: entah ibu, atau bapak) dengan latar belakang migrasi tidak dihitung sebagai bagian dari kategori ini. Pada tahun 2025, kelompok ini mencakup sekitar 4,2 juta orang yang lahir di Jerman, atau sekitar lima persen dari total populasi.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement