Rabu 08 Apr 2026 14:03 WIB

Pendidikan 2.000 Komcad ASN Dimulai 13 April 2026

Gelombang pertama pendidikan komcad akan diikuti 2.000 ASN.

Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Bacadnas Kemenhan, Brigjen Hengki Yuda Setiawan (kiri).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Bacadnas Kemenhan, Brigjen Hengki Yuda Setiawan (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program pembentukan 4.000 komponen cadangan (komcad) ASN akan dimulai pekan depan. Kepala Pusat Komcad Bacadnas Kemenhan Brigjen Hengki Yuda Setiawan menjelaskan, program itu akan dibuka oleh Menteri Pertahanan dan sejumlah menteri di Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, pada gelombang pertama program pendidikan komcad akan diikuti 2.000 ASN. Para peserta akan mengikuti pendidikan selama 1,5 bulan di enam lembaga pendidikan dan latihan (lemdik) yang sudah ditunjuk.

Baca Juga

"Di enam lemdik. Yang pertama adalah Rindam Jaya, yang kedua adalah di Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 di Atang Sanjaya, kemudian Pusdikkes di Kramat Jati, yang kelima adalah di Puskom Bela Negara di Rumpin, dan yang keenam terakhir adalah di Halim Perdanakusuma," kata Hengki di Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Dia menyampaikan, sampai sejauh ini sejumlah kementerian sudah mengirimkan sesuai kuota ASN yang berusia 18-35 tahun. Menurut Hengki, data itu diperolehnya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk ditelaah lebih lanjut. Dari semua kementerian dan lembaga negara menyumbangkan ASN, kecuali satu kementerian.

Republika sempat melihat data sejumlah ASN yang dikirimkan kementerian dan lembaga. Ada yang melebihi kuota dan ada yang kurang. Namun, memang ada satu kementerian yang tidak mengirimkan satu pun peserta.

Hengki melanjutkan, semua peserta komcad itu sudah menjalani pemeriksaan administrasi sejak sebelum Lebaran. Kemudian, pemeriksaan kesehatan dijadwalkan mulai 30 Maret hingga 9 April 2026. Dia menyebut, sejumlah rumah sakit ditunjuk sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan bagi 2.000 ASN.

"Ini sedang berlangsung, yaitu dilaksanakan di Rumah Sakit Pusdikkes yang ada di Kramat Jati, kemudian Rumah Sakit di Pasmar 1 atau Brigif 1 Marinir, Rumah Sakit di Sudirman atau Rumah Sakit Kementerian Pertahanan, kemudian juga di Rumah Sakit di Halim Perdanakusuma," jelas Hengki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement