REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kesiapsiagaan di wilayah nasional Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat (8/5/2026). Langkah itu dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dalam catatan Republika, sebanyak lima jet tempur F-16, pesawat Airbus A400M, dan pesawat Hercules dikerahkan untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut. Menurut Rico, TNI juga mengerahkan tiga kapal perang, yaitu KRI Brawijaya (320), Prabu Siliwangi (321), dan RE Martadinata (331).
Dia menjelaskan, kegiatan kesiapsiagaan itu melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat. "Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat," ucap Rico.




