Kamis 26 Mar 2026 07:26 WIB

Rudal Iran Buat 13 Markas AS di Teluk Jadi Pangkalan Hantu

Serangan-serangan Iran terus memorakporandakan pangkalan AS di Teluk.

Pangkalan Udara Ali Al Salem  di Kuwait. Pangkalan AS ini jadi salah satu yang diporakporandakan Iran.
Foto: Citra Satelit
Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Pangkalan AS ini jadi salah satu yang diporakporandakan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON – Serangan balasan Iran terhadap agresi ilegal AS-Israel sejak 28 Februari lalu dilaporkan memorakporandakan sebagian besar pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. The New York Times melaporkan, pangkalan-pangkalan itu kini tak berpenghuni.

Serangan Iran dilaporkan memaksa banyak tentara Amerika untuk pindah ke hotel dan ruang kantor di seluruh wilayah tersebut, menurut personel militer dan pejabat Amerika. Saat ini, sebagian besar tentara AS yang berbasis di darat, pada dasarnya, berperang sambil bekerja dari jarak jauh, dengan pengecualian pilot dan awak pesawat tempur yang mengoperasikan dan merawat pesawat tempur serta melakukan serangan. 

Baca Juga

Iran menanggapi dengan tegas serangan gabungan Amerika dan Israel, yang menargetkan tidak hanya pangkalan AS tetapi juga kedutaan besar serta infrastruktur minyak dan gas di seluruh wilayah. 

Dengan syahidnya pemimpin tertingginya dan puluhan pemimpin lainnya, rezim Iran membalas dengan meluncurkan ratusan drone dan rudal ke negara-negara tetangga dan sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, memastikan perang akan dirasakan oleh orang-orang di seluruh dunia.

Dilaporkan the New York Times pada Rabu, banyak dari 13 pangkalan militer di wilayah yang digunakan oleh pasukan Amerika semuanya tidak dapat dihuni. Pangkalan di Kuwait, yang bersebelahan dengan Iran, disebut mengalami kerusakan paling parah. Enam anggota militer AS tewas dalam serangan di Port Shuaiba yang menghancurkan pusat operasi taktis Angkatan Darat. 

Drone dan rudal Iran juga menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem, merusak struktur pesawat dan melukai personel, serta Kamp Buehring, merusak fasilitas pemeliharaan dan bahan bakar. 

 

photo
Dampak serangan Iran di panglalan AS di Bahrain yang menampung Komando Pusat Angkatan Laut AS dan Armada Kelima AS. - (Citra Satelit)

Di Qatar, Iran menyerang Pangkalan Udara Al Udeid, markas udara regional Komando Pusat AS, sehingga merusak sistem radar peringatan dini. Di Bahrain, drone serang Iran menyerang peralatan komunikasi di markas besar Armada Kelima AS. 

Di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, rudal dan drone Iran merusak peralatan komunikasi dan beberapa kapal tanker pengisian bahan bakar. 

Sedangkan kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak melancarkan serangan drone di sebuah hotel kelas atas di Erbil pada awal perang. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Berita Lainnya

Rekomendasi