REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jakarta, Selasa siang itu, terasa berbeda. Langit cerah berawan, angin sepoi-sepoi menyapu ruas jalan yang biasanya sesak. Di H+2 Lebaran 1447 Hijriah, Ibu Kota memberi ruang bernapas. Jalan-jalan yang biasa menjadi lautan kendaraan kini tampak tenang, seolah ikut merayakan hari kemenangan dengan cara yang sunyi.
Dari Bogor, ide untuk “mudik” ke Jakarta justru terasa menarik. Bukan untuk pulang kampung, melainkan untuk menikmati kota yang jarang terlihat begitu lapang. Pilihan jatuh pada bus Transjabodetabek rute P11, dari Botani Square menuju Blok M, lalu melanjutkan dengan T31 ke PIK 2.
Pukul 10.30 WIB, halaman Botani Square sudah ramai. Antrean penumpang mengular di depan tiga armada bus yang siap diberangkatkan. Pramusapa Luky menggeleng pelan sambil tersenyum. “Hari ini hampir dua kali lipat dari biasanya, Bu,” katanya. Kebanyakan penumpang ingin mendapatkan kursi, bukan sekadar naik.
Di antara mereka yang mengantre adalah Asri, 68 tahun, berjilbab lembut, membawa tiga tas besar. Ia berdiri di antrean selama lima belas menit sebelum bus pukul 11.12 WIB tiba. Ketika naik, semua kursi sudah penuh. Wanita asal Ciledug itu kemudian menyender di dekat pintu, tapi tak lama kemudian seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun bangkit dan mempersilakannya duduk. Asri tersenyum tipis, seolah sudah menduganya. “Penumpang Transjabodetabek memang ramah sama lansia,” ujarnya pelan.
Tarif Rp3.500 sekali jalan menjadi salah satu alasan ia setia dengan rute ini. Selain itu, ia merasa dihormati. “Kalau tak ada yang kasih kursi, saya tinggal minta bantuan petugas,” katanya sambil menatap keluar jendela.
Perjalanan selama hampir 1,5 jam itu berlangsung lancar. Penumpang silih berganti naik dan turun, kebanyakan ibu-ibu muda membawa anak kecil. Di beberapa halte, suasana ramai tapi tidak berdesakan. Rachman, 23 tahun, pemuda asal Bogor yang berdiri sepanjang perjalanan, hanya tersenyum kecil. “Sudah biasa. Di hari libur seperti ini, peluang duduk memang kecil,” katanya. Ia sengaja memilih rute ini karena ingin ke PIK 2 melalui Blok M.
Data PT Jasa Marga mencatat bahwa selama periode 11–22 Maret 2026, sebanyak 2.217.462 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek, naik 27,1 persen dibandingkan lalu lintas normal. Angka itu menjelaskan mengapa jalanan Ibu Kota terasa begitu longgar hari ini. Ribuan kendaraan yang biasanya memadati ruas MT Haryono, Gatot Subroto, dan arteri lainnya sedang berada di luar kota, memberi kesempatan bagi Jakarta untuk bernapas.
Bus tiba di Halte Blok M pukul 12.40 WIB. Dari sana, penumpang melanjutkan dengan rute T31 menuju PIK 2. Armada bus wisata ini pun tak kalah padat, meski tetap nyaman. Beberapa penumpang, seperti Irena (26), bahkan sempat tertidur sejenak karena kelelahan setelah mencoba dua rute berturut-turut. “Busnya padat, tapi tidak sesak. Enak saja,” katanya sambil tersenyum.