Senin 23 Mar 2026 05:53 WIB

Veda Ega Cetak Sejarah: Naik Podium di Moto3 Brasil, Peringkat Tiga Klasemen Sementara

Veda finis di belakang 2 pembalap CFMOTO Aspar Team, Maximo Quiles dan Marco Morelli.

Veda Ega Pratama
Foto: dok MotoGP
Veda Ega Pratama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Malam di Brasil itu terasa berbeda bagi penggemar balap motor di Tanah Air. Di tengah gemuruh mesin dan persaingan ketat kelas Moto3, satu nama dari Indonesia akhirnya berdiri di podium dunia. Pembalap muda Veda Ega Pratama menorehkan sejarah dengan finis ketiga pada Moto3 Grand Prix Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Ahad (22/3/2026) malam WIB.

Momen tersebut bukan sekadar hasil balapan biasa. Itu jadi tonggak penting: untuk pertama kalinya seorang pembalap Indonesia naik podium di ajang Grand Prix kejuaraan dunia. Veda, yang memperkuat Honda Team Asia, menunjukkan ketenangan sekaligus daya juang luar biasa dalam lomba yang penuh drama.

Baca Juga

Di garis akhir, Veda finis di belakang dua pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team, yakni Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang dan Marco Morelli di posisi kedua. Namun bagi Indonesia, posisi ketiga itu terasa seperti kemenangan besar, buah dari perjalanan panjang pembinaan pembalap muda Tanah Air.

“Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini,” ujar Veda setelah balapan, suaranya menggambarkan campuran lega dan haru.

Ia tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada publik Indonesia yang terus memberi dukungan. Dari layar-layar kecil di rumah hingga komunitas penggemar balap motor, doa dan harapan seakan ikut melaju bersama motornya di lintasan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa,” katanya.

Balapan sendiri berlangsung penuh ketegangan. Veda memulai lomba dari posisi keempat dan sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan dengan naik ke peringkat tiga pada lap-lap awal. Namun, senggolan dengan pembalap lain membuat posisinya sempat merosot hingga ke urutan tujuh, bahkan kemudian turun ke posisi 10.

Situasi berubah ketika pimpinan lomba saat itu, David Almansa, terjatuh. Insiden tersebut membuka jalan bagi Quiles untuk memimpin dengan selisih cukup jauh dari para pesaingnya.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MotoGP™ (@motogp)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement