REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pembunuhan para pejabat senior Iran oleh AS dan Israel tidak akan melumpuhkan pemerintah.
Araghchi menyampaikan komentarnya tak lama setelah Iran mengkonfirmasi bahwa Ali Larijani, kepala keamanan negara dan salah satu politisi paling berpengaruh, gugur dalam serangan udara di pinggiran Teheran pada Selasa.
“Saya tidak tahu mengapa Amerika dan Israel masih belum memahami poin ini: Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan lembaga politik, ekonomi, dan sosial yang mapan,” kata Araghchi kepada Aljazirah.
“Kehadiran atau ketidakhadiran satu individu tidak memengaruhi struktur ini,” tambahnya.
Araghhi memang tak menampik bahwa individu berpengaruh, dan setiap orang memainkan perannya masing-masing. Beberapa lebih baik ada juga yang kurang. "Tetapi yang penting adalah sistem politik di Iran merupakan struktur yang sangat kokoh,” kata diplomat itu.
Sultan Al-Khulaifi, seorang peneliti senior di Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan, mengatakan Israel tampaknya melanjutkan strategi untuk “memenggal kepala tokoh-tokoh rezim” di Iran. Namun ia mencatat bahwa sistem pemerintahan Iran mapan dan masih tangguh.
“Ini adalah rezim institusional dibandingkan dengan Irak dan Afghanistan,” katanya kepada Aljazirah.
“Jadi, pembunuhan satu orang tidak berarti tidak ada pengganti,” kata Al-Khulaifi, merujuk pada klaim Israel yang belum dikonfirmasi tentang pembunuhan kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani.
Lihat postingan ini di Instagram