REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengatakan, peringatan dari Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan satu tahun Danantara terdengar bagai tamparan keras kepada birokrasi. Pesan Presiden Prabowo loud and clear jangan berani membohongi negara.
“Peringatan dari Presiden Prabowo itu menghujam langsung tepat ke salah satu sumber masalah lama dalam birokrasi pemerintahan di Indonesia berupa mentalitas asal bapak senang dengn memberikan laporan palsu,” kata Bawono.
Selama ini, menurutnya, birokrasi pemerintahan di Indonesia sudah lama terbiasa dengan sajian laporan bagus hasil polesan terhadap deretan angka - angka agar seolah semua terlihat telah berjalan baik di lapangan. Tetapi realitas lapangan seringkali menunjukkan hal sangat berbeda atau berkebalikan. Anggaran tidak terserap dengan baik dan program tidak berjalan sesuai sebagaimana ditargetkan dan diharapkan.
Pada titik ini peringatan keras dari Presiden Prabowo menjadi terasa sangat relevan sekali. Negara akan menjadi sangat rentan bila seorang presiden sebagai pengambil kebijakan eksekutif dikelilingi oleh data-data dan informasi palsu.