REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Agen mata-mata Israel, Jonathan Pollard, mengatakan, Turki dan Mesir dapat menjadi target militer Israel berikutnya. Menurutnya, Israel harus bersiap menghadapi perang regional yang lebih luas setelah konfrontasinya dengan Iran.
“Kita harus siap untuk perang berikutnya, yang mungkin akan melawan Turki dan Mesir. Badai akan datang,” kata Pollard saat diundang dalam program siniar media Arutz Sheva, dikutip laman Middle East Monitor, Jumat (29/5/2026).
Pollard menilai, jika prediksinya tepat, Israel akan cukup kesulitan berperang melawan Turki. “Saya tidak yakin kita akan memperoleh kemudahan dengan Turki seperti yang kita alami dengan Iran,” ujarnya.
Dia pun memperingatkan Israel agar tidak membiarkan pemerintah transisi yang didukung Turki di Suriah merebut kembali kendali atas wilayah selatan yang diduduki pasukan Israel. Menurutnya hal itu akan menempatkan pasukan Turki di garis perbatasan Israel.
Pollard merupakan mantan analis intelijen Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Pada 1987, pengadilan AS menjatuhi hukuman penjara seumur hidup kepada Pollard. Hal itu karena dia dinyatakan terbukti mengirimkan materi atau informasi rahasia AS kepada Israel.
Kasus Pollard dinilai menjadi skandal spionase yang merusak hubungan Tel Aviv dan Washington. Setelah menjalani hukuman selama 30 tahun, Pollard dibebaskan bersyarat pada 2015.
Lihat postingan ini di Instagram




