Jumat 13 Mar 2026 14:44 WIB

Tokoh Nasional Bangga Jalani Terapi Stem Cell Bersama Prof. Deby Vinski

Terapi sel punca global berkembang pesat

Tokoh nasional jalani terapi sel punca.
Foto: Antara
Tokoh nasional jalani terapi sel punca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penggunaan terapi sel punca atau stem cell dalam dunia kedokteran modern menunjukkan pertumbuhan yang pesat secara global. Berdasarkan laporan riset terbaru, nilai pasar terapi stem cell dunia pada 2025 mencapai 18,7 miliar dolar Amerika Serikat dan diproyeksikan tumbuh hingga 45,2 miliar dolar pada 2036 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 8,4 persen . Lembaga riset lainnya bahkan mencatat angka lebih tinggi, memperkirakan pasar akan mencapai 79,95 miliar dolar pada 2034 dengan CAGR 17,45 persen .

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah uji klinis di berbagai negara. Data hingga Oktober 2025 mencatat setidaknya 10.373 uji klinis terapi sel telah dilakukan di seluruh dunia, dengan Amerika Serikat memimpin sebanyak 3.563 uji, disusul China 3.365 uji, dan Eropa 1.584 uji . Dari jumlah tersebut, terapi stem cell mencakup 4.796 uji klinis, dengan jenis mesenchymal stem cells (MSC) menjadi yang paling dominan karena aplikasinya yang luas dalam pengobatan regeneratif .

Baca Juga

Di tengah gegap gempita perkembangan teknologi kedokteran regeneratif dunia, Indonesia turut mengambil peran. Tokoh nasional, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, memilih Celltech Stem Cell Centre sebagai tempat menjalani tindakan preventive melalui terapi stem cell pada Rabu, 4 Maret 2026, di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta. Pilihan ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap layanan stem cell berstandar tinggi yang kini tersedia di dalam negeri dengan dukungan teknologi modern serta penanganan langsung oleh pakar stem cell kelas dunia.

Kepercayaan Surya Paloh terhadap Celltech Stem Cell Centre tidak lepas dari reputasi pusat layanan tersebut yang dikenal menggunakan teknologi mutakhir dalam bidang stem cell dan regenerative medicine. Celltech senantiasa mengedepankan pendekatan medis yang mengutamakan kualitas, keamanan, serta ketepatan tindakan, sehingga menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan layanan preventive dan regenerative secara optimal.

Dalam perbincangan di ruang VVIP Deby Vinski yang bernuansa Pink di RSPPN, Surya Paloh menyatakan alasan utama memilih Stem Cell Celltech adalah faktor kompetensi tenaga ahli yang melakukan tindakan. Penanganan langsung oleh Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, yang dikenal sebagai pakar stem cell dunia, menjadi nilai tersendiri. Reputasi, pengalaman, serta kapasitas keilmuan Prof. Deby di bidang stem cell tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran beliau memberikan keyakinan kuat bahwa pelayanan yang diberikan berada pada standar terbaik dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Prof. Deby Vinski sendiri telah diakui dunia internasional. Ia dipercaya memimpin World Council of Stem Cell (WOCS) di Jenewa, Swiss, dan World Council of Preventive Anti-Aging Medicine di Paris, Prancis . Bahkan, perusahaan bioteknologi asal Swiss, Swiss Biotech, menunjuknya sebagai dewan pakar dalam pengembangan terapi stem cell dan bank tali pusat berstandar global .

Pilihan tokoh nasional yang juga Ketua Umum Partai Nasdem ini mencerminkan kebanggaan terhadap kemampuan Indonesia dalam menghadirkan layanan kesehatan maju yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan hadirnya fasilitas dan tenaga ahli berkualitas tinggi di dalam negeri, masyarakat Indonesia kini tidak harus bepergian ke luar negeri untuk memperoleh tindakan stem cell yang profesional dan terpercaya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan potensi besar Indonesia dalam mengembangkan sektor medical tourism. Ketika layanan unggulan seperti stem cell therapy dapat dilakukan di tanah air dengan kualitas tinggi, hal ini bukan hanya memberikan kemudahan bagi pasien, tetapi juga berkontribusi positif terhadap devisa negara serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan modern yang semakin diperhitungkan.

Tindakan stem cell therapy yang dilakukan Prof. Deby Vinski bersama dr. Sunaryo, SpOT, di ruang C Arm berlangsung dengan terapi presisi untuk tulang belakang maupun knee rejuvenation. Prosedur berlangsung cukup nyaman dan semua tahapan dapat dipantau melalui monitor. Suasana santai saat terapi stem cell makin terwujud dengan duet lagu Aceh yang dinyanyikan Prof. Deby dan dr. Sunaryo. Usai menjalani terapi, Surya Paloh menyatakan tubuhnya terasa segar dan bugar. Tokoh politik dan pemilik media tersebut tampak bugar dan siap beraktivitas kembali.

Diketahui, selain Surya Paloh, sejumlah tokoh nasional dan pengusaha telah menjalani terapi stem cell oleh Deby Vinski, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Jenderal TNI (Purn) TB Hasanuddin, Prof. Bungaran Saragih, Jenderal Agus Adrianto, Haji Isam (H. Abdul Rasyid), serta Guruh Sukarno Putra. Langkah para tokoh memilih stem cell di negeri sendiri patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi publik. Apalagi, Presiden Stem Cell di Swiss maupun Anti-Aging di Paris saat ini dijabat oleh putri Indonesia, Deby Vinski.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement