REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Pemerintah Inggris mempertahankan keputusan untuk tak mau ikut bergabung dalam perang Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Republik Islam Iran. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan negaranya dalam posisi yang menghendaki agar perang terbuka yang semakin membakar sampai ke wilayah negara-negara Teluk Arab harus berakhir melalui meja negosiasi dan perundingan.
Starmer mengatakan, Israel-AS harus menghentikan serangan agar Iran kembali ke jalur diplomasi untuk merundingkan ambisi nuklirnya. “Bahwa solusi terbaik untuk masalah ini adalah penyelesaian melalui negosiasi dengan Iran, di mana mereka melepaskan ambisi nuklir mereka,” kata Starmer saat konfrensi pers di Downing Street, London, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (5/3/2026).
Dia memastikan, posisi Inggris tetap fokus pada usaha internasional untuk meredakan eskalasi militer. “Itulah mengapa saya mengambil keputusan bahwa Inggris, tidak akan bergabung dengan serangan terhadap Iran oleh AS, dan Israel,” ujar Starmer.
Menurut dia, Inggris akan tetap mengandalkan nilai-nilai hukum internasional terkait masalah Iran. Meskipun tekanan terhadap Inggris oleh AS dikatakan dia besar untuk segera bergabung ke palagan perang, Starmer mengatakan, Inggris tetap pada keputusan militernya untuk hadir di wilayah Teluk Arab.
Lihat postingan ini di Instagram