REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia (RI) menyerukan semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog dan diplomasi atas konflik yang tengah memanas di Timur Tengah. RI menyatakan siap memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang diunggah di akun resmi X dan dipantau di Jakarta, Sabtu.
Indonesia menyatakan siap memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif di kawasan dapat tercipta kembali."Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan Kemlu RI.
Kemlu RI menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia, sehingga upaya diplomasi perlu terus dikedepankan.
Kemlu RI juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak agar tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.
Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.
Indonesia kembali menekankan pentingnya…
— MoFA Indonesia (@Kemlu_RI) February 28, 2026