REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Saluran berita milik negara Iran, IRINN, dalam teks berjalan, telah mengkonfirmasi serangan Israel pada Sabtu (28/2/2026) di Teheran. Tel Aviv menggambarkan operasi militer itu sebagai serangan pendahuluan terhadap Iran.
Stasiun tersebut sempat mengalami gangguan audio sekitar pukul 06:30 GMT, sebelum melanjutkan siaran, menampilkan teks berjalan yang melaporkan kepulan asap dan suara ledakan di beberapa bagian ibu kota.
Iran dilaporkan sedang mempersiapkan pembalasan menyusul serangan tersebut. Iran juga telah menutup wilayah udaranya. "Dengan respons yang akan sangat menghancurkan," demikian kata seorang pejabat Iran kepada Reuters.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di kota-kota Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan, dan Karaj, menurut media lokal. Aljazirah belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut.
Israel melancarkan serangan udara ke Teheran, Sabtu (28/2/2026). Pejabat AS mengatakan kepada Aljazirah bahwa serangan terhadap Iran dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara AS dan Israel.
Serangan ini sejalan dengan ancaman yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump. Presiden Trump berlangkali sesumbar akan menyerang Iran jika perjanjian nuklir tidak tercapai.
Kapal induk Angkatan Laut AS USS Gerald R. Ford bahkan telah tiba di Israel, Jumat (27/2/2026).