REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo memulai program digitalisasi arsip hasil pemilihan umum serta penataan Rumah Pintar Pemilu sebagai upaya penguatan kelembagaan. Langkah ini diambil untuk memastikan data pemilu lebih tertata dan mudah diakses.
Anggota KPU Kabupaten Gorontalo Divisi Program dan Data, Kadir Mertasono, menyampaikan bahwa pengelolaan arsip menjadi fokus utama pascapemilu. Seluruh dokumen hasil pemilu yang tersimpan akan didigitalisasi agar dapat berfungsi sebagai bahan laporan, referensi, dan narasi sejarah kepemiluan di daerah tersebut.
“Kami ingin menyelamatkan dokumen-dokumen pemilu dalam bentuk digital agar lebih mudah diakses,” ungkap Kadir. Penataan kembali Rumah Pintar Pemilu juga dilakukan agar dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat informasi kepemiluan.
KPU Kabupaten Gorontalo berencana untuk mendirikan museum pemilu yang menyajikan berbagai benda dan dokumen bernilai sejarah terkait pelaksanaan pemilu. Ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi mahasiswa dan peneliti yang memerlukan data dan arsip untuk kepentingan akademik.
Kadir menambahkan bahwa layanan digitalisasi arsip dan museum pemilu akan dibuat mudah diakses oleh masyarakat setempat dan publik secara lebih luas.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.