REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan memang sudah seperti "alarm tahunan" di Indonesia. Setiap tahun, permintaan melonjak untuk kebutuhan sahur, berbuka puasa, hidangan selamatan, hingga persiapan Lebaran, sehingga kurva harga naik secara alami. Di tengah tren ini, pemerintah hadir melalui operasi pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen stabilisasi harga dan pasokan.
Kenaikan harga bukan misteri ekonomi rumit: demand-pull inflation murni akibat lonjakan permintaan sementara pasokan relatif tetap. Hal ini memicu panic buying jika tidak diatasi, sehingga pemerintah intervensi dengan menyuntikkan stok berharga lebih murah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Manfaatnya ganda: Menekan inflasi pangan lokal.
Memberi rasa aman psikologis kepada masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, agar bisa fokus beribadah tanpa khawatir urusan dapur. Membuktikan ketersediaan stok pangan aman, sehingga masyarakat tidak perlu borong berlebihan.
Fokus di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur
Pemkab Situbondo, berkolaborasi dengan Perum Bulog, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dan pihak terkait, gencar menggelar GPM menjelang Ramadhan 1447 H/2026. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, Quratul Aini, menegaskan program ini sebagai strategi memperluas akses bahan pokok terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga.
Pelaksanaan awal digelar di tiga titik strategis untuk menjangkau wilayah timur, tengah, dan barat:
Kantor Kecamatan Asembagus (timur)
Kantor Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo (tengah)
Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki (barat)
Pada hari pertama, Bulog menyalurkan 9 ton beras SPHP yang dibagi merata, ditambah MinyaKita. Distribusi:
Besuki: 5 ton beras + 1.200 liter MinyaKita (100 dus)
Tengah: 2 ton beras + 180 liter MinyaKita
Timur: 2 ton beras + 180 liter MinyaKita
Harga jual di GPM Situbondo jauh lebih rendah dibanding pasar:
Beras SPHP (5 kg): Rp57.000
Beras premium (5 kg): Rp74.500
MinyaKita: Rp15.000/liter
Gula premium: Rp17.500/kg
Gula konsumsi: Rp15.000/kg
Telur ayam: Rp27.000/kg
Daging ayam: Rp36.000/kg
Bawang putih: Rp26.000/kg
Bawang merah: Rp28.000/kg
Cabai besar: Rp2.500/ons (Rp25.000/kg)