REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkapkan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, 12,2 % responden mengaku sangat puas dan 60,6 % menyatakan cukup puas, sehingga total warga yang merasa puas mencapai 72,8 %.
"Tentu ini adalah kesuksesan Presiden Prabowo Subianto. Kami hanya menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak‑anak kami di sekolah," kata Lodewyk di Jakarta, Rabu.
Lodewyk juga mensyukuri bahwa Program MBG telah menjangkau 59,86 juta penerima manfaat per Januari 2025. Ia meminta dukungan masyarakat untuk terus membantu program ini, termasuk dalam bentuk pengawasan di lapangan.
"Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan," tegasnya.
Pengawasan Kualitas di Kabupaten Pasaman Barat
Di level daerah, Badan Gizi Nasional Wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, intensif memantau kualitas dan kebersihan makanan dalam pelaksanaan MBG. Koordinator Wilayah BGN Pasaman Barat Putri Geo Anggriani menekankan pentingnya penggunaan bahan berkualitas dan higienis.
"Kita ingin menjaga kualitas masakan dengan menggunakan bahan berkualitas dan higienis. Pemantauan ini harus dilakukan oleh SPPG setiap hari di dapur MBG yang ada," katanya di Simpang Empat, Senin.
Saat ini, terdapat empat dapur MBG yang beroperasi di Pasaman Barat. Semuanya berjalan lancar tanpa keluhan dari penerima manfaat. Secara total, program ini telah menjangkau 9.198 penerima manfaat, dengan rincian:
1. SPPG Aua Kuniang (Kecamatan Pasaman): 2.616 orang;
2. SPPG Lingkuang Aua: 2.577 orang;
3. SPPG Sungai Aua: 2.640 orang;
4. SPPG Mahakarya (Kecamatan Luhak Nan Duo): 1.385 orang.
Putri menambahkan, pihaknya menargetkan kehadiran SPPG di 11 kecamatan, dengan kemungkinan 3–4 SPPG per kecamatan sesuai jumlah penerima manfaat. Ke depan, jika kapasitas dapur memungkinkan, MBG akan diperluas untuk menyasar warga lanjut usia.