Selasa 10 Feb 2026 16:45 WIB

Kemendikdasmen Bantah Isu Dana PIP untuk Bocah SD di Ngada yang Akhiri Hidup tak Cair

Suharti mengatakan dana PIP siswa tersebut sudah dicairkan, namun tidak diambil.

Surat yang ditinggalkan YBR di lokasi kejadian di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT.
Foto: Tangkapan layar media sosial
Surat yang ditinggalkan YBR di lokasi kejadian di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantah isu tidak cairnya dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa SD di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT yang mengakhiri hidup karena tidak memiliki uang untuk membeli buku dan pena. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan dana PIP siswa tersebut sudah dicairkan, namun tidak diambil oleh yang bersangkutan.

"Bukan tidak cair, tapi tidak diambil," kata Suharti di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (10/2/2026).

Baca Juga

Suharti menerangkan rekening PIP penerima sudah diaktivasi sejak bulan September 2025, sementara pihaknya sudah mentransfer dana PIP ke rekening tersebut sejak bulan November 2025. Namun begitu, ia menambahkan dana tersebut tetapi tidak kunjung ditarik sehingga harus dikembalikan ke kas negara.

"Jadi dari bulan September sudah diaktivasi, bulan November anggarannya juga sudah di-transfer, tetapi oleh penerima anggaran itu dananya belum ditarik," imbuh Suharti.

Suharti menegaskan pihaknya akan melakukan tindak lanjut terkait adanya isu masalah administrasi yang menyebabkan siswa tersebut tidak dapat menarik dana PIP.

"Tentu saja kami akan tindak lanjuti lebih lanjut," tegas Suharti.

Ia menambahkan Kemendikdasmen berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan. Selain menyampaikan belasungkawa, tim Kemendikdasmen juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga.

Bantuan tersebut telah diterima langsung oleh pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement