Senin 09 Feb 2026 19:14 WIB

Peran Rusia dan Deretan Rudal-Rudal Balistik Canggih Iran Termasuk Khorramshahr-4

Jerusalem Post melaporkan kerja sama Iran dan Rusia pascaperang 12 hari.

 Berbagai jenis rudal Iran jarak jauh dan pembawa roket dipajang di sekitar pameran pertahanan Teheran di Teheran, Iran, Jumat (24/2/2023). (Dikeluarkan Sabtu (25/2/2023). Menurut kantor berita Iran Amir Hajizadeh kepala pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi mengatakan Jumat malam bahwa Iran telah mengembangkan rudal jelajah yang disebut
Foto: EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENARE
Berbagai jenis rudal Iran jarak jauh dan pembawa roket dipajang di sekitar pameran pertahanan Teheran di Teheran, Iran, Jumat (24/2/2023). (Dikeluarkan Sabtu (25/2/2023). Menurut kantor berita Iran Amir Hajizadeh kepala pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi mengatakan Jumat malam bahwa Iran telah mengembangkan rudal jelajah yang disebut

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sejak perang 12 hari pada Juni 2025, Iran telah berhasil merehabilitasi stok rudal balistik mereka demi menghadapi konfrontasi selanjutnya. Bahkan berdasarkan laporan Jerusalem Post, Senin (9/2/2026), kerja sama antara Iran dan Rusia telah berhasil meng-upgrade kemampuan rudal-rudal dengan jangkauan yang bisa mencapai Israel.

Di antara koleksi yang dimiliki Teheran, beberapa rudal balistik Iran memiliki daya jelajah hingga 2.000 kilometer yang menempatkan Israel dalam jangkauan. Tidak hanya berdaya jangkau ribuan kilometer, rudal-rudal balistik Iran juga mampu membawa hulu ledak hingga 1 ton lebih dengan tingkat akurasi tinggi.

Baca Juga

Sejak perang terakhir dengan Israel dan AS, Iran dilaporkan meng-upgrade rudal-rudalnya termasuk mengganti bahan bakar dari bahan bakar cair ke bahan bakar solid demi memangkas waktu persiapan peluncuran dari beberapa jam ke beberapa menit saja. Kerja sama dengan Rusia juga dilaporkan membuat Iran dapat mempercepat produksi massal untuk beberapa jenis rudal seperti Kheibar dan Fattah, sekaligus memperbaiki tingkat akurasinya dengan menggunakan komponen teknologi tertentu yang berbasis kecerdasan satelit.

Masih berdasarkan laporan yang sama, kerja sama antara Iran dan Rusia tak cuma untuk meningkatkan jumlah rudal balistik yang sudah ada, namun juga mampu mengacaukan sistem pertahanan udara musuh. Kerja sama termasuk mengintegrasikan radar-radar baru, perluasan lini produksi, dan pemindahan rudal-rudal di bawah tanah termasuk pembangunan situs peluncuran bawah tanah.

photo
Iran dilaporkan menjual rudal balistik jarak pendek Fath-360 ke Rusia. - (Rferl.org)

Rudal-rudal yang mampu memberikan ancaman terhadap Israel contohnya dari seri Shahab, termasuk Shahab-3 dan Kheibar Shekan, yang didasari dari teknologi Korea Utara. Dua jenis rudal ini memiliki daya jelajah hingga 2.000 kilometer, dengan berat hulu ledak antara 700 hingga 1.000 kilogram.

Rudal Fattah 1 dan Fattah 2 digambarkan Iran memiliki kemampuan hipersonik, dengan kemampuan manuver aerodinamis tajam, termasuk saat rudal itu terbang di luar atmosfer. Berat hulu ledak Fattah 1 dan Fattah 2 diklaim 1 ton.

Seri Sejjil digambarkan sebagai rudal dua tahap, berbahan bakar solid yang didesain untuk diluncurkan dari sebuah bunker. Hulu ledak rudal Sejjil diperkirakan beratnya antara 500 hingga 1.000 kilogram.

Yang terkahir yang disebut-sebut paling canggih yakni, Khorramshahr yang saat ini telah dibuat generasi keempatnya. Menurut laporan media Iran, Khorramshahr-4 bisa diluncurkan hingga jarak hingga 2.000 kilometer dan berhulu ledak 1.500 kilogram (kg). Khorramshahr-4 diklaim sebagai rudal paling akurat dan mampu berpenetrasi menembus sistem pertahanan udara tercanggih manapun.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement