Ahad 08 Feb 2026 09:09 WIB

Naftali Bennett: Wajah yang Menggetarkan Takhta Netanyahu

Naftali Bennet menjadi antitesa Netanyahu di mata warga Israel.

Naftali Bennett si pesaing Benjamin Netanyahu
Foto: Abir Sultan/Pool Photo via AP
Naftali Bennett si pesaing Benjamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah kancah politik Israel yang terus bergolak, satu nama kini mengemuka dengan pesat: Naftali Bennett. Bukan sekadar figur biasa, nama yang muncul dalam lembaran dokumen Netanyahu yang penuh kebohongan dan manipulasi itu digadang-gadang sebagai penantang paling serius yang mampu mengusik elektabilitas Benjamin Netanyahu, sang raja politik yang telah berkuasa begitu lama.

Kombinasi latar belakangnya yang unik, mantan prajurit elit, entrepreneur teknologi sukses, dan politisi religius yang tegas, menawarkan narasi segar bagi warga Israel yang rindu perubahan.

Baca Juga

Dari Haifa ke Medan Politik: Jejak Sang Penantang

Lahir pada 25 Maret 1972 di Haifa dari orang tua imigran Amerika, Naftali Bennett mewarisi semangat Zionisme yang kuat. Ayahnya, Jim, seorang entrepreneur, dan ibunya, Myrna, aktivis komunitas, menanamkan nilai-nilai Yudaisme Ortodoks Modern sejak dini. Tragedi Holocaust yang menimpa sebagian keluarganya dari pihak ibu turut membentuk pandangan dunianya yang teguh mengenai keamanan dan eksistensi Israel.

Pendidikannya di Yeshiva Yavne dan keterlibatan sebagai pemimpin di organisasi pemuda Bnei Akiva menjadi fondasi awal jejak religius dan sosialnya. Namun, jalan hidupnya benar-benar terbentuk saat ia memasuki dinas militer.

Bennett bergabung dengan unit elit Sayeret Matkal dan Maglan, terlibat dalam berbagai operasi tempur, termasuk konflik Lebanon dan Operasi Grapes of Wrath. Pengalaman di medan perang ini memberinya kredensial keamanan yang sulit ditandingi politisi kebanyakan.

Setelah menyelesaikan hukum di Universitas Ibrani Yerusalem, Bennett memasuki dunia bisnis teknologi. Ia mendirikan Cyota, perusahaan keamanan siber yang dijual dengan nilai fantastis $145 juta pada 2005.

Kesuksesan serupa ia raih sebagai CEO Soluto, yang kemudian dibeli dengan harga sekitar $100–130 juta. Latar belakang ini memberinya citra sebagai pemimpin yang memahami ekonomi modern dan inovasi.

Masuk ke Gelanggang: Dari Staf Netanyahu ke Pendiri Partai

Awal karier politik Bennett justru dimulai di sekitar Netanyahu, sebagai Kepala Stafnya pada 2006. Namun, ketidakpuasan terhadap gaya politik sang mentor mendorongnya untuk mengambil jalan sendiri.

Pada 2011, bersama Ayelet Shaked, ia mendirikan gerakan My Israel, yang kemudian menjadi motor penggerak karier politiknya. Pada pemilu 2013, partai Bayit Yehudi (Rumah Yahudi) pimpinannya meraih 12 kursi, sebuah terobosan yang mengejutkan, sebagaimana diberitakan Asharq al Awsath.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement