REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington pada Rabu (11/2/2026) pekan depan. Netanyahu dan Trump dilaporkan akan mendiskusikan perundingan nuklir dengan Iran.
"Perdana Menteri meyakini negosiasi apapun harus termasuk pembatasan rudal balistik dan pencegahan dukungan terhadap poros Iran," demikian keterangan resmi Perdana Menteri Israel, lewat akun media sosial X, Sabtu (7/2/2026).
Iran dan AS pada Jumat (6/2/2026) melanjutkan perundingan nuklir di Muscat, Oman setelah beberapa pekan diwarnai ketegangan yang dipicu oleh ancaman militer dari Trump terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan perundingan di Muscat sebagai "awal baik", dengan mengatakan bahwa kedua negara bisa melanjutkan perundingan jika atmosfer rasa tidak saling percaya bisa teratasi.
Araghchi bilang bahwa kedua belah pihak setuju untuk melanjutkan perundingan di Muscat pada tanggal yang lain. Menurut Araghchi, program rudal balistik tidak menjadi subjek negosiasi saat ini dan masa depan, dengan menggambarkan program itu sebagai sebuah "masalah pertahanan".
Prime Minister's Office announcement:
Prime Minister Benjamin Netanyahu is expected to meet with US President Donald Trump this Wednesday in Washington, and will discuss with him the negotiations with Iran.
— Prime Minister of Israel (@IsraeliPM) February 7, 2026